Aktivitas kami .....

"ANUGERAH KESELAMATAN", oleh Pdt. Benyamin Manoah

I. PENDAHULUAN

Sewaktu Tuhan Yesus naik ke surga, Tuhan Yesus memberikan amanat:

1. Menunggu turunnya Roh Kudus.

2. Menunggu kedatangan Tuhan Yesus kembali.

Menunggu dua kedatangan inilah yang merupakan amanat surga.

Waktu saya berada di Kanada, saya jelaskan kedua amanat Tuhan Yesus itu kepada satu kelompok anak-anak Tuhan disana. Rupanya semula mereka tidak mengerti akan hal ini, tetapi karena daya tangkap mereka cukup baik, mereka segera bisa memahaminya. Hal ini disebabkan gereja yang mereka kunjungi tidak pernah membicarakan tentang kedatangan Tuhan Yesus yang kedua. Inilah yang sangat saya sayangkan. Kehidupan yang keras di Kanada dan Amerika Serikat membuat mereka sepertinya terdepressi. Semua orang pagi-pagi sekali sudah harus berangkat ke tempat tugas masing-masing dan pulang malam menjelang larut malam. Hampir tidak ada kesempatan yang baik untuk datang kepada Tuhan Yesus. Dalam kehidupan yang seperti ini, saya yakin akan banyak anak-anak Tuhan yang terluput dari iman yang baik. Karena kehidupan mereka cukup terdepressi dengan kesibukan, maka “menunggu kedatangan Tuhan Yesus” itu menjadi terabaikan. Saya seringkali menonton TV kabel, yang menyiarkan program gereja, terutama gereja-gereja aliran karismatik. Semua Firman yang dibentangkan hanya tersangkut pada ajaran-ajaran dasar atau faktor-faktor fisik saja, tidak menyentuh hal-hal yang seperti saya berikan kepada saudara.

Faktor fisik tersebut misalnya : Yang sakit disembuhkan; Yang tidak mempunyai pekerjaan, Tuhan akan sediakan, dll. Sedangkan hal yang jauh lebih penting, yaitu kedatangan Tuhan Yesus yang kedua tak pernah dibahas, apalagi dicermati. Mereka hanya menyajikan menu yang pertama, tidak pernah menyajikan menu kedua, seperti yang sudah saya beritakan kepada saudara, saya tidak melihat adanya nilai-nilai kedewasaan iman.

Saya bertanya, bagaimana jemaat dapat mengerti kalau Tuhan Yesus akan segera datang kembali, kalau tidak pernah ada yang memberitakan hal tersebut kepada mereka ? Bagaimana mereka bisa percaya, kalau tidak dibukakan rahasia surga kepada jemaat ? Kekuatiran saya bertambah sebab bukan hanya di Amerika Utara, rahasia kedatangan Tuhan ini belum dibuka, tetapi juga di Indonesia. Bagaimana mereka bisa setia menunggu kedatangan Tuhan, kalau mereka sendiri tidak mengerti akan dua amanat yang penting ini. Perlu sekali lagi saya ingatkan, adalah sangat miskin kalau kita tidak berbicara tentang kedatangan Tuhan Yesus yang sudah semakin dekat.

Saya kumpulkan anak cucu saya dan kerabat kerabat mereka, lalu kami berbincang-bincang tentang kedatangan Tuhan Yesus, dan ternyata mereka sangat antusias dalam perbincangan itu. Saya pesankan, agar kita semua mau meninggalkan cara kehidupan yang lama dan beranjak kepada hal yang baru didalam Tuhan Yesus Kristus.

Di Amerika ada sebuah gereja yang pendetanya masuk ke Amerika secara ilegal dengan paspor palsu. Pendeta ini lalu membuka gereja dan terkumpul seratus orang. Sekarang pendeta itu diusir oleh pemerintah Amerika, sebab diketahui masuknya ke Amerika secara ilegal.

Waktu saya berada di Toronto, saya dapatkan ada pendeta yang kesana dengan menjual barang-barangnya. Tujuan kesana hanya meminta derma/ sumbangan. Apa latar belakang/ maksud hamba Tuhan tersebut , saya sendiri menjadi bingung. Bukankah lebih baik barangnya itu dijadikan dana untuk kepentingannya sendiri daripada menjual barang untuk mencari dana yang belum tentu bisa didapatkannya di negeri orang. Kenyataannya memang demikian, dia tidak mendapatkan apa-apa malah kehilangan barang yang tadi sudah terlanjur dijual untuk ongkos bepergian. Juga ada seorang anak pendeta yang datang ke Amerika, untuk mendapat suaka politik. Padahal sebenarnya tidak ada pelarian politik dari Indonesia ? Ia telah menipu pemerintah Amerika dengan mengaku sebagai pengungsi politik. Disana memang membutuhkan pelayanan pekabaran Injil. Tetapi pelayanan yang baik dan benar, bukan pelayanan untuk menguntungkan diri sendiri, tetapi suatu pelayanan pengabdian. Masih banyak pelayanan yang masih bisa dirintis di Kanada ataupun di Amerika.

Sayangnya lagi pada kedua amanat yang penting ini, Roh Kudus cuma diterima untuk kehidupan pribadi. Sebetulnya Roh Kudus itu bukan untuk kehidupan pribadi. TujuanNya adalah memberikan dukungan kepada anak-anak Tuhan (gereja) dalam mengemban suatu misi Injil.

Cuma orang lantas ingin memakai Roh Kudus sebagai suatu perhiasan secara pribadi. Ia akan bangga kalau dalam berdoa sudah bisa berbahasa asing.

Seseorang akan bertanya kepada yang lain, apakah kamu sudah terima Roh Kudus? Saya sendiri, sudah. Kau ? Tetapi mengertikah mereka hakekat sesungguhnya dari pencurahan Roh Kudus itu ?

Kalau kita mempunyai kerinduan untuk mengemban misi Injil Kristus, tentu tidak sulit kita mencari suatu kepenuhan Roh Kudus. Dan Roh Kudus ini yang akan mengkuatkan serta memimpin kita didalam mengemban misi itu. Tetapi karena pada umumnya orang menganggap kepenuhan Roh Kudus itu agar masuk dalam kategori orang-orang “suci”, maka terjadilah salah kaprah. Orang lantas mengadakan kursus kepenuhan Roh Suci, berbuat aneh-aneh (membanting-banting diri, muntah-muntah, dll), bukan hanya di Amerika, tetapi juga di Indonesia.

Roh Kudus tidak berbuat seperti itu, karena Roh itu bersifat sangat lembut dan memimpin gereja masuk kedalam kebenaran Firman Allah secara utuh.

JADI TUJUAN ROH KUDUS DICURAHKAN ADALAH UNTUK MEMBIMBING GEREJA MASUK KEDALAM KEBENARAN FIRMAN ALLAH SEUTUHNYA, MENGKUATKAN GEREJA DIDALAM MENGEMBAN AMANAT INJIL KRISTUS , AMANAT SALIB, AGAR GEREJA DAPAT MASUK KEDALAM RENCANA ALAAH DIDALAM TUHAN YESUS KRISTUS. BUKAN UNTUK KEPENTINGAN ATAUPUN PERHIASAN PRIBADI SESEORANG.

II. DOSA MANUSIA

Saya juga menyadari beratnya keadaan ekonomi kita sekarang ini, tidak saja melanda Indonesia, tetapi juga luar negeri. Dan dosa, juga makin memuncak dimana-mana.

Allah akan “membuktikan” (sebenarnya bagi Tuhan tidak perlu mencari bukti) dosa manusia yang memuncak, lalu akan mengadili manusia. Contohnya, Tuhan membinasakan Sodom dan Gomorah, karena dosa kota itu sudah naik ke hadapan hadirat Allah. Ketika itu malaikat Allah turun, menemui Ibrahim dan berkata, bahwa kedatangan mereka untuk membuktikan, bahwa Sodom dan Gomorah itu dosanya sudah tidak tertolongkan lagi/ memuncak. Sekalipun tentang hal ini, Allah pasti sudah mengetahui lebih dahulu, tetapi Tuhan tetap datang kepada Ibrahim, mau melihat langsung bagaimana Sodom dan Gomorah itu. Apa dosa Sodom dan Gomorah yang utama ? Dosa mereka yang terjahat adalah homoseksual. Mereka tidak menyukai perkawinan hetero/ dengan lawan jenis. Seorang lelaki, tidak berkehendak dengan seorang wanita. Mereka berkehendak dengan sesama jenis, bahkan mereka menikah dengan sesama jenis. Di Kanada, yang mayoritas masyarakatnya adalah orang Kristen, perkawinan homo ini sudah diresmikan dan diberkati di Gereja. Dalih mereka adalah Hak Azasi Manusia. Di negara yang Hak Azasi Manusianya terlampau kuat, pasti terjadi pelanggaran-pelanggaran akan kehendak Allah, karena kedagingan, kepentingan pribadi dan golongan lebih utama/ menonjol. Sewaktu saya di Kanada, ada suatu parade/ karnaval besar-besaran dari kaum homoseksual dan lesbian di kota itu. Sodom dan Gomorah dibinasakan Allah karena masalah itu juga. Malaikat Tuhan datang ke rumah Lot (dua orang Malaikat sebagai pemuda-pemuda yang sangat elok parasnya).

Malaikat yang tampan tadi masuk kedalam rumah Lot. Penduduk kota Sodom lalu datang menyerbu dan menuntut agar kedua pemuda tampan tadi diserahkan kepada mereka. Lot menolak, dan sebagai gantinya Lot bersedia memberikan anak-anak gadisnya yang cantik, tetapi ditolak oleh mereka. Jadi orang laki-laki kota Sodom tidak menyukai wanita-wanita cantik, tetapi menghendaki orang laki-laki tadi. Kota Sodom lalu dihancurkan oleh Tuhan, tetapi di Kanada hal ini malah dibenarkan, dengan alasan Hak Azasi Manusia.

Contoh lain, saya sangat prihatin, kalau kuburan seekor anjing lebih baik daripada kuburan seorang manusia, seperti yang ada di Eropa. Bahkan kuburan orang-orang Amerika, yang terkenal sekalipun, masih kalah bagus dengan beberapa kuburan anjing yang ada disana. Kuburan orang-orang terkenalpun, hanya berupa tanah datar yang diberi tanda nisan bertuliskan nama orang yang dimaksud, tetapi kuburan anjing milik orang-orang kaya itu, bukan main mewahnya. Saya juga prihatin, mengapa manusia mau berciuman dengan anjing, bahkan mencium binatang golongan kera/ primata. Mengapa sampai mau mencium orang hutan ? Bukankah ini tidak menghargai harkat dan martabat sebagai manusia, yang merupakan peta dan teladan Allah sendiri. Sudah tentu Allah tidak suka akan hal sedemikian ini. Semua kejadian itu sangat memprihatinkan saya sebagai seorang hamba Tuhan. Dan bagi kita, semua perkara itu sebagai suatu peringatan, bahwa Tuhan Yesus akan segera datang kembali. Didalam kitab Amos 5: 18-20, mengenai Hari Tuhan/ penghakiman:

“Celakalah mereka yang menginginkan hari Tuhan ! Apa gunanya hari Tuhan itu bagimu ? Hari itu kegelapan, bukan terang ! Seperti seseorang yang lari terhadap singa, seekor beruang mendatangi dia, dan ketika ia sampai ke rumah, bertopang tangannya ke dinding, seekor ular memagut dia ! Bukankah hari Tuhan itu kegelapan dan bukan terang, kelam kabut dan tak bercahaya ?”

Orang yang menantikan hari Tuhan itu adalah orang-orang yang sudah siap akan kedatangan Tuhan Yesus, yaitu orang yang ibadahnya baik. Hari Tuhan/ kiamat/ kedatangan Tuhani itu bukan hari yang terang. Dan jikalau hari kedatangan Tuhan itu, hari yang gelap, apakah seluruh dunia ini akan binasa ? Habis dan tidak akan ada yang selamat? Tidak, tidak semua akan habis binasa, sebab sebelum hari itu datang, Tuhan sudah memberi jalan kelepasan buat kita dari hari yang gelap itu.

III. DISELAMATKAN KARENA ANUGERAH

Mendapat kelepasan dari hari yang gelap dengan lain kata manusia itu diselamatkan. Kita ini diselamatkan oleh Tuhan Yesus, sama sekali bukan karena kita ini baik. Sebab kebaikan manusia itu menurut ukuran manusia sendiri. Sedangkan pada hari penghakiman itu bukan ukuran manusia yang dipakai, tetapi menurut ukuran Tuhan Yesus sendiri. Jangan mengira kalau amalmu baik, sosialmu baik, baik hati, murah hati, pasti akan diselamatkan. Tidak ! Semua manusia sama saja didepan Allah. Setiap orang akan merasa dirinya lebih baik daripada orang lain, namun Allah tetap memandang semua orang itu menurut ukuran Allah sendiri. Baik miskin ataupun kaya, rendah ataupun berpangkat, hitam ataupun putih kulitnya, semuanya itu sama dihadapan Allah. Diukur menurut hukum Allah, bukan dengan hukum kebaikan manusia. Dan di hadapan Allah, semua manusia sudah berdosa dan kehilangan kemuliaan Allah (Roma 3: 23). Kalau kita bicara tentang keselamatan pada zaman akhir, keselamatan ini sifatnya ditawarkan, bukan paksaan. Kalau mau, boleh ambil. Kalau mengambil tentu ada persyaratannya, tetapi ringan. Kalau seseorang tidak mau mengambil keselamatan yang ditawarkan, biarpun perbuatannya cantik sekali, ya neraka yang akan menunggunya. Tidak ada belas kasihan, sebab kesempatan yang diberikan oleh Allah ditolaknya.

Yesus berkata dalam Matius 11: 28 : “Marilah kepadaKu, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.“ Kalau tidak mau datang kepada Tuhan, ya silahkan pikul beban beratnya terus. Artinya sudah diberikan jalan keluar dari kesulitannya, tetapi tidak mau menerimanya. Itulah yang saya gambarkan dengan keselamatan itu. Hendaknya saudara tidak menjadi pembela orang yang menolak Kristus dengan berkata, “Kalau demikian, kan kasihan dia.” Saya katakan, orang yang sudah memberikan dirinya sebagai medium oleh kuasa kegelapan, tidak mungkin diselamatkan.

Orang semacam ini tidak bisa diberikan rasa kasihan, karena ia sudah memilih jalannya sendiri dan menutup dirinya untuk menerima anugerah keselamatan.

Pada usia muda, saya pernah bertapa semalam suntuk di Candi Prambanan, lalu saya pergi ke Candi Mendut. Saya juga pernah samedi di Parang Tritis, tetapi saya tidak menyerahkan diri sebagai medium. Saya hanya ingin mengetahui, apa sebenarnya yang ada disana. Saya menghadapi suatu tantangan. Tetapi saya tidak menyerahkan diri kepada tantangan itu. Karena kalau saya sudah menyerahkan diri sebagai wadah dari roh jahat, tentu saya tidak akan menerima belas kasihan Tuhan Yesus. Sebab saya sudah memilih jalan saya sendiri dengan memberikan diri sebagai medium dari roh-roh jahat itu.

I Petrus 4 : 17-19, “Karena sekarang telah tiba saatnya penghakiman dimulai, dan pada rumah Allah sendiri yang harus pertama tama dihakimi. Dan jika penghakiman itu dimulai pada kita , bagaimanakah kesudahannya dengan mereka yang tidak percaya pada Injil Allah ! Dan jika orang benar hampir hampir tidak diselamatkan, apakah yang akan terjadi dengan orang fasik dan orang berdosa ? Karena itu baiklah juga mereka yang harus menderita karena kehendak Allah, menyerahkan jiwanya dengan selalu berbuat baik, kepada Pencipta yang setia.”

Didalam Efesus 2: 8-9, “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.” Disebutkan, bahwa keselamatan yang Tuhan berikan kepada kita, itu semata-mata kemurahan dari Tuhan Yesus, bukan sebab karena kita ini baik.”

Mengapa saya sebutkan itu sebagai suatu kemurahan ? Setiap orang yang belum percaya, posisinya berada didalam kematian, yaitu kematian rohani. Suatu keadaan dimana kita tidak mempunyai hubungan dengan Allah atau bercerai dengan Allah. Adam bercerai dengan Allah, itulah kematian Adam dan seluruh keturunannya. Sebelum kita mengenal Tuhan Yesus, kita ini tidak mempunyai hubungan dengan Allah. Sebab penghubung manusia dengan Allah itu adalah darah Yesus. Karena kita tidak mempunyai hubungan dengan Allah, maka posisi kita adalah mati. Di dalam alam kematian, orang yang mati tentu tidak bisa menyelamatkan dirinya sendiri, tetapi memerlukan pihak lain untuk menolongnya. Dan Penolong Yang Agung itulah yang kemudian membangkitkan orang mati tadi, membuka hubungan kembali dengan Allah melalui darahNya sendiri. Karena itu dikatakan, keselamatan itu adalah ANUGERAH ALLAH, Haleluyah, sebab kasih setiaNya yang sedemikian besar untuk kita yang telah ditebus ini.

Sekali lagi, Allah selamatkan kita bukan sebab kita ini baik, tetapi sebab Allah mendobrak posisi itu. Ditulis dalam Yohanes 5: 24-25: “Aku berkata kepadamu: sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataanku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup. Aku berkata kepadamu : sesungguhnya saatnya akan tiba dan sudah tiba, bahwa orang-orang mati akan mendengar suara Anak Allah, dan mereka yang mendengarnya, akan hidup.”

Allah telah menyelamatkan kita dan sesudah Allah menyelamatkan kita, kita dituntut untuk berbuat baik. Bukan kebaikan menurut manusia, tetapi kebaikan yang diukur menurut ukuran Allah, standar Alkitab. Saat Allah menghakimi, seperti Sodom dan Gomorah itu dihakimi, yang akan dihakimi lebih dahulu adalah umat Allah sendiri. Apakah kita itu menurut jalan Tuhan atau tidak. Kalau kita yang percaya kepada Tuhan Yesus, yang berbakti kepada Tuhan, yang senantiasa berdoa, yang rajin kegereja, masih juga dihakimi, apalagi mereka yang tidak bertobat, yang serakah hidupnya, orang-orang yang kejam, yang maunya cuma menindas orang yang lebih lemah demi keserakahan hidupnya sendiri.

Kalau semua itu akan dihakimi, betapa sepatutnya kita harus memperbaiki pola hidup kita didalam beribadah kepada Tuhan Yesus. Pemulihan gereja itulah way out/ jalur kelepasan kita dari hukuman pada hari penghakiman itu. Betapa kita ini harus masuk kedalam pemulihan gereja, dan nanti Roh Kudus sendiri yang akan menyempurnakan gerejaNya.

Pada suatu hari ada seorang muda yang sangat taat menurut agama Taurat. Dia datang kepada Tuhan Yesus. Ia berkata, guru yang baik, apakah yang saya harus perbuat untuk mendapat selamat ? Tuhan Yesus menjawab, mengapa engkau katakan Aku seorang yang baik ? Tidak ada seorangpun yang baik, kecuali Bapa. Seolah-olah Tuhan Yesus tidak mau disebut sebagai seorang guru yang baik. Mari kita menelaah, apakah Tuhan Yesus itu baik atau tidak ? Jawabannya tentu Dia seorang yang baik. Tetapi mengapa Tuhan Yesus berkata tidak ada seorangpun yang baik ? Sebab dengan mengatakan, guru yang baik, apa yang saya harus perbuat, agar saya mendapat selamat ?, anak muda itu mau menempatkan dirinya sebagai murid yang baik, orang yang baik.

IV. UNTUK APA DISELAMATKAN

Lalu datang suatu pertanyaan. Untuk apa Allah selamatkan kita ? Untuk apa Allah selamatkan saudara ? Hal ini sama dengan pengertian ketika Abraham berada di Mesopotamia (Kejadian 12), lalu dipanggil oleh Allah untuk keluar ke negeri perjanjian. Ini merupakan suatu gambaran Tuhan Yesus memanggil kita dari wilayah dosa. Abraham dipanggil keluar untuk diberkati. Apakah saudara juga mau diberkati oleh Tuhan ? Bangsa Israel, ketika keluar dari tanah Mesir, tidak langsung dibawa ketanah Kanaan, tetapi Tuhan membawa bangsa Israel dalam waktu lama di padang gurun. Untuk apa disana ? Allah ingin membentuk bangsa Israel. Dibentuk agar bangsa Israel itu menjadi satu bangsa yang anggun. Didalam Keluaran 19, Allah keluarkan Israel bagaikan burung nazar mendukung anaknya untuk dibentuk menjadi satu umat yang berkerajaan imam, suatu imamat yang rajani. Jadi mereka harus menjadi pelayan-pelayan imam. Imam yang melayani itu mempunyai dua arah. Satu arah melayani umat, arah lain melayani Tuhan. Mereka mempersembahkan korban menghadap umat dan didalam mempersembahkan ukupan dupa menghadap kepada Tuhan.

Rasul Petrus mengatakan dalam I Petrus 2: 9 : “Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terangnya yang ajaib.” Rasul Paul dalam II Kor 3 mengatakan bahwa, imamat orang Israel itu imamat yang akan pudar, yang sebentar lagi akan redup. Dan akhirnya padam . Jikalau suatu imamat yang akan redup dan sebentar lagi akan padam, itu mempunyai kemuliaan yang baik, apalagi imamat kita. Pelayanan kita bukan pelayanan yang akan mati, tetapi pelayanan Roh yang heran.

Ketika saya masih mengajar di sebuah sekolah Alkitab, murid-murid saya selalu datang kepada saya untuk meminta nasehat. Saya katakan kepada mereka, karena kamu selalu di didik tentang Alkitab, maka mungkin sekali kamu akan lebih pintar tentang Alkitab dari pendetamu sendiri. Tetapi kalau kamu pintar, belum tentu kamu hidup berohani lebih baik. Jangan dicampur-aduk antara kepintaran “rohani” dengan kehidupan rohani. Kehidupan rohani itu adalah suatu hubungan kehidupan pribadi dengan Kristus yang baik. Seseorang boleh saja pintar didalam pengetahuannya akan Alkitab, tetapi belum tentu memiliki suatu kehidupan rohani yang baik. Kita mencari yang rohaniah, bukan yang akan pudar, tetapi yang hidup. Kalau dahulu, Hukum Taurat tersurat diatas batu, sekarang Kristus tersurat didalam hati, sesuatu yang jauh lebih indah (II Kor 3).

Kalau Ibrahim dipanggil, kalimat pertama yang diucapkan oleh Tuhan, yaitu Ibrahim dipanggil karena akan diberkati. Kalau tadi saya katakan diselamatkan untuk apa, maka sekarang saya bertanya lagi, diberkati untuk apa ? Diberkati untuk menjadi berkat. Jadi jangan kita bangga karena kita diberkati oleh Tuhan, tetapi adalah lebih baik kalau kita sendiri yang sekarang diubahkan oleh Tuhan, menjadi berkat buat orang lain. Jadi biarlah kita diberkati untuk menjadi berkat, Haleluyah.

Orang yang menjadi berkat, sudah pasti diberkati oleh Tuhan. Jadi diselamatkan untuk apa ? Untuk pelayanan. Seperti Israel dibentuk tidak langsung dibawa ke tanah Kanaan, tetapi digembleng, ditata dipadang belantara supaya bangsa Israel mendapat penataan langsung dari Tuhan.

Efesus 2, secara keseluruhannya diceritakan bahwa, kita dulu tidak mempunyai pengharapan. Bagi kita, sebelum kenal Tuhan, yang penting adalah “seger waras” (sehat walafiat), tidak kekurangan sandang pangan, itulah yang kita cari dahulu. Tetapi setelah kita mengenal Tuhan Yesus dan diselamatkan oleh Nya, barulah kami mengenal suatu pengharapan lain yang jauh lebih agung, lebih tinggi, lebih mulia, daripada sekedar “seger waras”, tak kurang sandang pangan.

Tuhan Yesus mengatakan, “Apa artinya jikalau seseorang memiliki kekayaan segenap dunia ini namun jiwanya binasa.” Dan Tuhan Yesus mengajar, bahwa sandang pangan itu memang dibutuhkan, namun yang terpenting itu adalah kehidupan. Kehidupan

yang dianugerahkan oleh Tuhan karena kita sudah diselamatkan. Itulah yang menjadi pengharapan kita.

Suatu saat, ketika saya memimpin pelayanan, saya menderita penyakit influenza berat. Sebulan penuh saya tidak makan nasi. Hanya menghisap jeruk manis saja. Tetapi saya alami suatu mujizat, apa itu ? Dari senin sampai sabtu malam saya menggigil, minggu pagi saya sembuh. Dan kalau minggu pagi sembuh, saya kotbah di gereja. Sepulang dari gereja saya jatuh sakit lagi. Minggu depan, pada hari minggu pagi, saya sembuh lagi, saya bawakan Firman Tuhan. Pulang dari gereja saya jatuh sakit lagi. Hal tersebut berlangsung sebulan penuh. Pernah juga saya melantik seorang hamba Tuhan pada tahun 1949 di Bojonegoro. Waktu mau berangkat, saya memang sudah sakit, hujan lebat turun, sedangkan saya dalam keadaan sakit. Saya berangkat naik kendaraan yang kursinya terbuat dari kayu, sandarannya juga dari kayu. Jalan setapak, jalan rusak. Pendeta itu tidak mengenali siapa saya, sebab rupa saya sudah tidak keruan lagi, baju kotor dengan lumpur, mana wajah sangat pucat dan berlepotan tanah. Saya katakan, cepat saya mau mandi dulu, dan kemudian saya lantik pendeta tadi. Waktu saya pulang ternyata saya sudah sembuh. Itu semua saya lakukan sebab saya merasa sudah diselamatkan oleh Tuhan, dan saya harus melakukan tugas pekerjaan dengan sukarela. Sekarang saya sudah lanjut usia dan kemarin harus mengatur letak bangku gereja, karena belum ada orang. Saya harus menyapu gereja dengan bersyukur kepada Tuhan, dan tidak pernah ada sedikit comelan yang keluar dari mulut saya. Dan saya rasakan itulah berkat. Saya sendiri tidak punya mobil. Murid-murid saya semua sudah mempunyai mobil. Tetapi Tuhan sudah menghantar saya sampai ke Gedung Putih, ke berbagai negara, untuk semua itu saya memuji Tuhan. Itu adalah buah pelayanan, sebab Tuhan menghiburkan dari segala jerih payah ini. Tidak perlu mengomel. Tidak usah mengancam. Apalagi sebagai hamba Tuhan. Saya melayani dengan tulus. Ada berkat dibelakang pelayanan saya.

Kita dahulu tidak berpengharapan dan disebut orang-orang kafir. Namun oleh sebab kita diselamatkan oleh anugerah Tuhan Yesus, maka kita tidak disebut kafir lagi. Tetapi kita disebut satu warga kerajaan Surga. Dahulu ada dinding kesukuan, dinding kebudayaan, dinding kebangsaan, tetapi sekarang dinding itu telah runtuh. Didalam Kristus kita semua disatukan.

V. KESATUAN TUBUH KRISTUS

Kita disatukan untuk dibentuk menjadi satu umat kinasih ALLAH, umat yang disayangi oleh Tuhan Yesus sendiri. Jadi begitu besar nilai keselamatan yang kita dapat dari Tuhan. Lantas apa yang kita mau kerjakan ?

Didalam kitab Efesus 2: 17 – 22, “Ia datang dan memberitakan damai sejahtera kepada kamu yang jauh(Orang kafir – kita) dan damai sejahtera kepada mereka yang dekat (Umat Israel). Karena oleh Dia, kita kedua pihak dalam satu Roh beroleh jalan masuk kepada Bapa. Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah, Yang dibangun diatas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru. Didalam Dia tumbuh seluruh bangunan rapih tersusun, menjadi Bait Allah yang kudus, didalam Tuhan. Didalam Dia kamu juga turut dibangun menjadi tempat kediaman Allah didalam Roh.” Singkatnya, kita disatukan dengan orang-orang kudus, yaitu orang-orang Yahudi/ Israel yang telah bertobat. Disatukan dan dibentuk menjadi satu tubuh. Rasul Paul berkata demikian, “Apakah kamu tidak tahu, bahwa roti yang diberkati itu adalah persekutuan dengan tubuh Tuhan Yesus ? Dan anggur yang diberkati itu adalah persekutuan dengan darah Kristus ?” Darah adalah jiwa atau kehidupan. Jadi saya mau katakan, bahwa pada Perjamuan Suci tubuh Kristus dan kehidupan Kristuslah yang kita makan. Sehingga saudara mendapat persekutuan dengan tubuh Kristus dan kehidupan Kristus. Kalau kita dibentuk menjadi satu tubuh, maka untuk apa tubuh itu ? Kalau kita diberkati, itu untuk apa ? Bukan supaya kita menjadi “gendut” dan lantas berfoya-foya, tetapi maksud Tuhan agar kita sendiri menjadi berkat. Kita diselamatkan untuk apa ? Untuk menyelamatkan orang lain juga. Kita disusun dalam satu tubuh untuk apa ? Untuk tubuh yang berfungsi. Gereja disebut tubuh Kristus, dan Kristus adalah kepala. Adalah kehendak Kristus agar gereja ini nanti satu kali kelak menjadi satu gereja yang sempurna, gereja yang menyambut kedatangan Tuhan tanpa melewati kematian. Gereja yang sempurna itu tidak melalui lubang kubur. Saat Yesus datang kembali, kita langsung diubah, didalam satu tubuh yang baru. Itulah gereja yang disempurnakan. Yang tidak bercacat dan berkerut. Apa itu cacat ? Di dalam tubuh ada tangan, kaki, mata, telinga, mulut, dll. Dinamakan cacat bila:

1. Kalau anggota tubuhnya tidak lengkap, misalnya: tangan cuma 1, kakinya cuma sebelah, dll

2. Sekalipun semua anggota tubuhnya lengkap, tapi ada yang tidak berfungsi, misalnya: tangan kanan lumpuh, kaki kiri lumpuh, dll

3. Sekalipun anggota tubuh lengkap dan semua dapat berfungsi, tetapi posisi/ letaknya tidak pada tempatnya, misalnya: letak tangan ada di kepala,dll

Jadi suatu tubuh dikatakan sempurna, bila anggota badannya lengkap, semua anggota badannya dapat berfungsi dengan baik dan terletak sesuai pada tempatnya. Gereja yang tidak cacat, itu disusun menjadi bait Allah dan Roh Allah diam didalamnya itulah gereja yang sempurna. Tidak ada anggota gereja yang apatis atau cuek. Anggota gereja semacam ini adalah tidak berfungsi dan tidak mau ikut serta untuk membangun tubuh Kristus. Dalam Roma 12, Rasul Paul bicara tentang bangunan Tubuh Kristus. Dikatakan bahwa, oleh sebab anugerah keselamatan kita dibentuk dan disusun. Dan sebagai susunan tubuh Kristus tadi, kita mendapat karunia. Karunia itu berbeda beda, tidak sama. Karunia yang ada pada seseorang tidak akan sama dengan karunianya orang lain, tetapi masing-masing saling membutuhkan. Dan yang mendapat karunia itu hendaklah melakukan pelayanan sesuai dengan karunianya. Kalau kehidupan gereja itu diibaratkan seperti pertumbuhan manusia, di dalam suatu keluarga, ketika anak itu masih kecil, anak itu dininabobokkan/ dimanjakan. Kemudian anak yang sudah tumbuh menjadi remaja tadi suatu ketika mempunyai adik, yang baru lahir. Anak yang mulai remaja tadi akan menggendong adiknya dan memberikan kesempatan kepada ibunya untuk mengerjakan pekerjaan yang lain. Tanggung jawab menggendong adiknya ia ambil alih. Bukannya malah ia tetap manja, dan adiknya harus disingkirkan. Saudara yang sudah lama menjadi anak Tuhan, tetapi tetap manja minta dibesuk/ dikunjungi, sama dengan contoh anak yang sudah mulai besar, tetapi masih berkelakuan tidak baik. Saya tidak pernah besuk. Mengapa ? Sebab kakak-kakaknya sudah mengambil alih tugas saya. Kakak-kakak itu yang ganti merawat adik-adiknya. Tidak harus terus-menerus saya yang rawat. Kalau misalnya ada seorang anak yang sudah remaja, tetap saja minta digendong oleh ibunya, apa ini artinya ? Apa ini yang disebut sebagai bayi tua ?

Dari segala sudut, semua harus sehat, jemaat harus sehat untuk membangun rumah Allah. Dan kita akan menyambut kalau Tuhan Yesus datang kembali. Jangan ada disfungsi didalam gereja. Jangan ada disfungsi pada jemaat gereja. Jangan ada disfungsi pada kita semua, bangunkanlah tubuh Kristus dengan sempurna, semua wadah berfungsi dengan baik, masing-masing pada tempatnya sendiri-sendiri.

TUHAN YESUS memberkati.

ALLAH DAN NAMANYA, oleh Pdt. BENYAMIN MANOAH

Kali ini saya ingin membahas tentang nama Tuhan. Allah dengan namaNya. Ini sangat penting untuk kita ketahui. Gereja-gereja di akhir masa ini, banyak yang bisa saya katakan kehilangan identitas. Saya melihat banyak yang hilang dikalangan hamba-hamba Tuhan masa kini, yaitu dikalangan intelektualis sarjana teologia sendiri. Dan saya perhatikan, didalam pengertian dan pengenalannya akan Tuhan, mereka itu sepertinya tidak mendapat nilai tambah. Dan justru banyak diantara mereka yang saya nilai terperosok, sebab mereka yang senang akan gelar kesarjanaan itu, pengenalannya akan Tuhan merosot.

Sewaktu saya berada diluar negeri, ada promotor yang ingin mempromosikan saya untuk mendapat gelar Doktor Honoris Causa kepada saya, karena melihat lamanya saya mengabdikan diri untuk Tuhan. Saya langsung menolak gelar itu, karena saya merasa tidak perlu mendapatkan gelar semacam itu. Saya perhatikan, mereka yang makin terpelajar itu tidak makin tinggi nilai rohaninya. Orang boleh saja pinter, tetapi belum tentu rohaninya baik. Kepinteran dan kerohanian itu tidak sama. Kerohanian itu sepertinya mempunyai proporsi tersendiri dari kehidupan orang-orang Kristen.

Saya mempunyai anak yang tinggal di Toronto, Canada. Kebetulan rumah tinggal mereka berada didalam perkampungan perumahan orang-orang Yahudi. Kebanyakan dari orang-orang Yahudi, terutama imam-imam, kalau mau pergi ke synagogue, tidak langsung pergi ke synagogue. Tidak langsung membawa mobilnya parkir didekat synagogue. Banyak diantara mereka itu yang mobilnya diparkir jauh. Banyak juga yang diparkir dirumah sahabat-sahabatnya. Sebab orang Yahudi suka bersifat menyendiri. Mereka berbaris, yang tua biasanya berjalan didepan, dengan menyanyi kecil, ke synagogue. Kebanyakan mereka itu bernyanyi Mazmur 84, nyanyian ziarah. Sambil berjalan, mereka bernyanyi.

Orang Yahudi ini belum mengenal Yesus dengan baik dan tidak mengakui Yesus sebagai Juruslamat. Kalau nanti mata hati mereka dibuka oleh Roh Allah, sekali mereka mengenal Yesus, mereka langsung akan mengenal dengan sempurna. Tidak seperti kita. Kita mengenal Yesus dengan bermacam-macam proses. Seperti yang saya perumpamakan kalau orang Yahudi itu adalah perhiasan yang sudah jadi, tetapi terjatuh kedalam lumpur. Sekali cuci, akan langsung berkemilau lagi. Kita ini, yang berasal dari orang kafir, masih memerlukan proses panjang untuk siap dipakai. Digali dulu dari dalam lumpur, disemprot, dipisahkan dengan mineral mineral lain, kemudian dilebur dan ditempa, dihaluskan baru bisa dipakai. Tetapi orang Yahudi tidak. Begitu mereka ditemukan dari dalam lumpur, sekali cuci mereka sudah siap dipakai.

KURANGNYA PENGENALAN AKAN TUHAN YESUS

Hamba-hamba Tuhan di gereja kita ini, sebenarnya juga belum mengenal Yesus dengan baik. Pengarang-pengarang nyanyian baru yang sangat bagus liriknya, belum mengenal Tuhan Yesus dengan baik. Sebab kalau ia mengenal Tuhan Yesus dengan baik, maka lagu-lagunya itu pasti akan menjunjung tinggi nama Tuhan Yesus Kristus.

Mereka banyak menulis lagu-lagu dengan baik, kitab-kitab Mazmur, kembali kepada Perjanjian Lama. Dan banyak menuliskan nama tentang Allah, tentang Tuhan. Para cendikiawan, setelah mereka mendapatkan gelar kesarjanaannya, juga nama Yesus kurang diberitakan. Saya pernah menegur mereka, bagaimana mungkin selama satu jam berkotbah, mereka itu cuma menyebut nama Tuhan, nama Allah, tidak pernah menyebut nama Tuhan Yesus. Selama satu jam berkotbah, mereka itu cuma bicarakan nama Tuhan, nama Allah, nama Yehovah dan lain lain, tanpa satu katapun menyebut nama Tuhan Yesus Kristus. Yesusnya ketinggalan. Itulah mereka para cendikiawan gereja kita.

Yang sangat menonjol, sedikit-sedikit mereka akan menyebutkan, bahasa Gerikanya begini, bahasa Ibraninya begini. Apakah mereka sudah mengerti benar akan kedua bahasa asing itu. Padahal bahasa Inggris yang sudah diajarkan sejak dibangku TK pun belum mereka kuasai dengan baik. Saya jadi kagum atas mereka itu, tetapi dengan kekaguman yang berbeda. Karena saya tahu persis untuk mempelajari suatu bahasa sehingga bisa mendapatkan dan mengerti akan konteksnya yang indah itu membutuhkan waktu yang sangat lama!

Ini tidak mempunyai dampak rohani apa-apa, tidak menunjukkan pengaruh urapan apa-apa, hanya sekedar akan mempertunjukkan dirinya seorang cendikia saja. Ini saja sudah menunjukkan nilai kerohanian yang merosot. Apa yang rasul Paulus ungkapkan, bahwa sekalipun aku mahir berkata kata didalam seribu bahasa, tetapi aku ingin mempergunakan satu saja bahasa yang sederhana, yang mudah dimengerti oleh banyak orang. Satu bahasa yang sederhana tetapi mempunyai urapan Roh Allah.

Nilai perkataan Yesusnya tidak pernah terungkap. Nah, untuk itulah saya ingin menjelaskan tentang nama Yesus. Kita ini kalau baru saja mengenal Tuhan Yesus belum berarti kita ini sudah mendapat pengenalan dengan baik. Didalam surat Efesus (surat Efesus ini saya sebut sebagai suratan finishing, dimana keindahan rumah itu sangat tergantung dari finishingnya) yaitu Efesus 1, jemaat Efesus itu cukup menjadi kebanggaan rasul Paulus, terutama mengenai iman percaya mereka. Dan cinta mereka terhadap hamba-hamba Tuhan, terhadap orang-orang kudus. Iman dan cinta mereka itu menjadi kebanggaan rasul Paul. Gereja itu berjalan didalam percaya harap dan cinta.

Kalau itu menjadi kebanggaan, maka rasul Paulus ingin berdoa lagi agar Allah mau memberikan hikmat rohaniah, sehingga engkau mendapat visi, wahyu dan mata hatimu dibuka sehingga mata hatimu mendapat pengenalan akan Yesus dengan baik dan benar. Dari pengenalan baik dan benar, maka kita akan tahu apa pahala yang terkandung didalam panggilan itu. Sebagai pengharapan kita, apakah yang terkandung didalam kehidupan percaya itu. Jadi kebanggaan itu tadi masih perlu disertai dengan pengenalan akan Tuhan Yesus dengan baik dan benar.

KITA ADALAH ANAK ADOPSI ALLAH

Saudara, kalau kita ini disebut anak-anak Allah; katakan saja kalau kita ini diadopsi oleh Allah didalam Tuhan Yesus Kristus. Diadopsi oleh penebusan darah Yesus itu sehingga kita ini menjadi anak anak Allah. Adopsi itu berarti bukan sekedar mengambil anak saja, tetapi mendidik, merawat, membesarkan dan sebagainya, seperti yang kita lakukan terhadap anak kita sendiri. Adopsi artinya mengambil anak dan disahkan secara hukum, maka anak-anak ini mendapat hak waris yang sama dengan anak kandung kita sendiri. Kita ini mempunyai hak waris sama seperti hak waris yang diberikan kepada orang-orang Yahudi. Hak karena adopsi.

Anak yang diadopsi itu, ketika masih kecil tidak akan memikirkan siapakah ayahnya (yang mengadopsinya) itu. Siapa ibunya itu. Ia tidak akan memusingkan hal itu. Anak kecil itu memang tak usah tahu, sebab diberi tahupun ia tidak akan mengerti. Tetapi kalau ia sudah dewasa, barulah ia harus mengerti, siapa orang tua adopsi ini. Ia harus mendapatkan suatu pengenalan kepada orang tua yang mengadopsi dia itu. Kebanyakan anak-anak adopsi itu tentunya berasal dari keluarga kurang mampu, atau anak-anak yang tidak diharapkan oleh orang tua kandungnya. Kalau anak-anak ini mengerti tentunya mereka akan sangat bersyukur dan berterima kasih kepada orang tua angkatnya itu. Betapa tidak. Sekarang, setelah mereka itu diadopsi, mereka mendapat hak yang sama dengan saudara kandungnya. Kalau kita sebagai orang-orang Kristen mau sadar, tentu kita lebih mengerti siapa yang mengadopsi kita. Siapakah Allah itu.

ALLAH ITU BUKANLAH NAMA

Sekarang saya mau bicara tentang Allah. Kata Allah itu diambil dari bahasa Arab, Al-lah, Ul-lah. Allah itu bukan nama. Tuhan itu bukan nama. Itu suatu sebutan untuk oknum yang sangat tinggi. Allah itu terdiri dari dua kata, Al dan Lah. Artinya Ia itu adalah Illah diatas semua illah. Didunia ini banyak illah-illah. Allah itu yang berada diatas semua illah-illah.

Orang Tiongkok kuna, menyebutkan raja surga itu ada diatasnya para dewa. Dewa-dewa itu menyembah kepada raja surga itu. Itu bisa disebut dewa yang diatas segala dewa. Allahnya dari segala illah. Kalau memang ada illah. Kalau memang ada dewa. Diatas semuanya itu disebut Allah. Orang Belanda menyebut Tuhan dengan kata HEER. Dengan huruf besar. Kalau menyebutkan tuan, orang Belanda akan menyebut heer. Dengan huruf kecil semua. Jadi sebutan untuk Tuhan, itu berada diatasnya sebutan untuk tuan-tuan. Kalau kepada majikan, kita akan memanggil beliau dengan kata tuan. Maka Tuhan itu berarti Majikan diatas para majikan kita. Raja diatas segala raja. Itulah arti kata Tuhan.

Bangsawan Inggris itu disebut sebagai lord. Bangsawan Inggris ini tidak sama derajatnya dengan orang kebanyakan, tidak sama dengan rakyat biasa. Tetapi kalau orang Inggris ingin menyebut Tuhan, mereka akan menyebutkan sebagai LORD, yang berarti tuan yang tingkatannya diatas para bangsawan. Tuhan itu bukan nama. Itu adalah sebuah sebutan. Itu sebutan kehormatan.

Yehovah, itu artinya Tuhan. Tuhan disalin didalam bahasa Ibrani, sebagai Yehovah. Kalau saudara menyebut Allah itu Tuhan, maka saudara sudah menyebut Allah itu Yehovah. Orang Yahudi menyebutnya sebagai Yahweh, atau YHWH. Yahweh sama dengan Yehovah yang artinya adalah Tuhan. Tidak ada sosok sebutan yang lain untuk mengagungkan Allah itu kecuali dengan menyebutNya sebagai Yehovah. Atau YHWH. Jadi semuanya itu bukanlah nama.

Tetapi kebanyakan para cendikia pantekosta itu akan merasa lebih bagus untuk menggunakan istilah Yehovah ini, Yehovah itu, El ini, El itu dan lain sebagainya. Kebagusan sebuah istilah, tanpa dimengerti arti makna nama Allah itu sebenarnya. Nama yang diatas langit, di bumi dan dibawah bumi ini tunduk kepada Nama Itu! Siapakah nama itu?

Keluaran 20 : ada sepuluh hukum. Tiga hukum ini untuk Tuhan.

01.Jangan ada illah lain. Jangan punya suhu, jangan punya dewa, jangan punya dukun. Jangan cari pelaris, jangan pergi gunung kawi keramatmu. Itu yang disebut pertama kali.

02.Jangan membentuk patung. Jangan mewujudkan Tuhan didalam satu bentuk patung.

03.Jangan menyebut nama Allah dengan sia sia. Tidak boleh sembarangan menyebut nama Allah. Tidak sembarangan menyebut nama Tuhan, tidak sembarangan menyebut nama Yehovah. Kalau menyebutkan nama Allah, didalam kondisi tertentu, didalam peribadatan tertentu. Pada puji pujian tertentu. Jadi menyebut nama itu dengan hormat.

Itu yang tertulis didalam Perjanjian Lama. Anak yang masih kecil akan menyebutkan nama Ayahnya seenaknya saja. Tetapi kalau anak itu sudah besar, ia tidak akan sembarangan menyebut nama orang tuanya. Apalagi nama Tuhan. Ia akan menyebutnya dengan baik.

Orang Tionghoa, mengenal istilah Tsu. Tsu ini berarti diatas raja. Orang Mandarin menyebut Tsu Yesu Citu. Tuhan Yesus Kristus. Kata-kata Tsu ini tidak hanya ditujukan kepada Tuhan, didalam bahasa Mandarin ini. Juga kepada manusia yang mempunyai kedudukan tinggi. Disebut juga dengan tsu. Orang Kraton, kalau menyebut rajanya itu dengan istilah gusti. Kalau kepada Allah, mereka akan menyebut Gusti Allah. Istilahnya sama. Tetapi cara menyebutkannya yang lain.

Semua itu adalah ungkapan bahasa. Karena sampai pada waktu tertentu, nama Allah itu adalah Ajaib dan tersembunyi. Tidak layak orang tahu akan nama-Nya. Nama Allah masih samar pada waktu itu. Itulah maka disebut, nama Allah itu ada diatas segala illah, diatas segala tuan, diatas segala dewa, diatas segala raja. Dan nama itu adalah Ajaib. Itupun disebutkan agar sebutan kepada Allah itu tidak dilakukan secara serampangan. Nama itu tersembunyi.

Dalam Keluaran 3:13-14 Nabi Musa diperintah Allah untuk menjadi pelepas bangsa Israel. Dan untuk menjadi pelepas bangsa Israel, Musa harus mendapatkan dahulu yang akan dilepaskan, yaitu tua-tua orang Israel.

Ayat 13 dan 14:

Lalu Musa berkata kepada Allah:”Tetapi apabila aku mendapatkan orang Israel dan berkata kepada mereka: Allah nenek moyangmu telah mengutus aku kepadamu, dan mereka bertanya kepadaku: bagaimana tentang namaNya ?.---apakah yang harus kujawab kepada mereka ?” Firman Allah kepada Musa: “AKU ADALAH AKU.” Lagi firmanNya : ”Beginilah kaukatakan kepada orang Israel ini. AKULAH AKU telah mengutus aku kepadamu.”

Didalam buku-buku lain disebut AKU ADA. Allah itu disebut sebagai Aku Ada. Nama itu mempunyai kekuatan. Dalam Yohanes 18, pada waktu Tuhan Yesus ditaman Getsemani, serombongan tentara bersama Yudas datang ingin menangkap Yesus. Kemudian Yesus berkata, “Siapakah yang kau cari?” Para prajurit itu menjawab, “Yesus dari Nazaret.” Kemudian Tuhan Yesus menjawab: “AKU ADA!” Semua orang itu langsung terpelanting. Lantas Tuhan Yesus ijinkan mereka untuk menangkap diriNya.

AKU ADA, perkataan itu mempunyai kekuatan yang dahsyat. Sebab itu kalau Musa melihat lembaga Allah, maka Allah berkata, jangan mendekat, sebab engkau akan mati. AKU ADALAH AKU. Lagi firmannya, “Beginilah kaukatakan kepada orang Israel ini. AKULAH AKU. Aku yang mengutus engkau.”

Nama Allah untuk pertama kali disebutkan kepada Musa AKU ADA. AKU ADA ini sebenarnya bukan nama toh? Aku Ada itu menunjukkan bahwa Tuhan itu Ada. Allah itu memiliki suatu kehadiran. Allah itu Ada. Seringkali seseorang itu bertanya, “Allah itu ada atau tidak ya?” Orang lain berkata, ”Allah itu ‘kan imaginasi seseorang saja?” Tetapi Allah sendiri yang menyatakan AKU ADA. Dengan nama yang masih samar samar ini saja, kekuatan Allah itu sudah luar biasa. Apalagi nanti, kalau nama Allah itu dinyatakan, bagaimana ukuran kedahsyatan nama Allah itu! Neraka akan terpelanting. Kalau nama itu sudah termeterai didalam diri gereja.

Dalam Hakim Hakim fasal 13 Allah datang kepada Manoah. Pada saat bangsa Israel dinegeri Kanaan mereka ditekan oleh orang orang Amalek dan mereka terjepit.

Fs. 13 : 17

Kemudian berkatalah Manoah kepada Malaikat TUHAN itu, “Siapakah namaMU, sebab apabila terjadi yang Kaukatakan itu, maka kami hendak memuliakan Engkau.”

Yang ditanyakan oleh Manoah, “siapakah namaMu ?” Sebab malaikat Tuhan itu datang kepada Manoah, untuk memberitau bahwa Tuhan akan memberikan kelepasan. Kelepasan bagi bangsa Israel dari tangan orang orang Filistin, dan dari tekanan-tekanan orang-orang Amalek. Malaikat Tuhan itu datang kepada Manoah. Allah mau memberi kelepasan.

Ayat 18

Tetapi jawab Malaikat TUHAN itu kepadanya, ”Mengapa engkau juga menanyakan namaKu ? Bukankah nama itu ajaib ?”

Kalau nanti Tuhan memberi kelepasan, saya akan memuliakan Engkau, begitu kata Manoah. Tetapi TUHAN ganti bertanya kepada Manoah, “Mengapa engkau menanyakan namaKU?” Apakah Manoah tidak tahu akan sebutan bagi Allah, yaitu “YEHOVAH”. Tentu ia tahu, tetapi siapa nama Allah itu, sebab Yehovah itu bukan nama. Yahweh atau YHWH itu bukan suatu nama. Itu suatu sebutan. “NamaMu siapa ?” Seperti juga Musa bertanya demikian. Tuhan menjawab, “Ajaib.” Ajaib itupun bukan nama. Ajaib itu menyatakan sesuatu yang rahasia. Ajaib itu artinya tersembunyi, rahasia. Tidak diketahui. Ajaib.

Bangsa Israel, kalau mereka harus merantau empat puluh tahun dipadang belantara, Tuhan mencurahkan embun yang bagus seperti mutiara, dan itu yang diambil untuk dimakan. Kalau matahari naik, embun tadi cair. Tetapi kalau embun tadi sempat diambil dahulu, ia tidak cair lagi. Dan mereka memasaknya seperti mutiara. Bila embun tadi dipanggang, kira-kira seperti kue apem, embun tadi sudah berminyak dengan sendirinya. Rasa dari embun itu seperti wafer. Gurih berminyak, sekalipun tidak diolesi minyak.

Kemudian orang orang Israel bertanya satu sama lain, embun ini apa namanya? Namanya tidak diketahui. Manna. Manna itu artinya tidak diketahui. Namanya pasti ada, tetapi tidak diketahui. Begitu pula dengan Nama Allah, Nama Allah itu pasti sudah ada, tetapi tersembunyi bagi mereka. Rahasia. Yehovah itu nama yang tersembunyi, yang rahasia. Mempunyai kekuatan yang dahsyat, harus dihormati, tidak boleh menyebutnya secara serampangan, itulah nama Allah di dalam Perjanjian Lama. Sebab nama itu mempunyai kaitan dengan pemilikNya. Kalau saudara menghormati seseorang, maka saudara tidak akan berani menyebut nama orang itu dengan ejekan. Kalau kita menghormati, kita tentu tidak berani mengejek namanya.

Nama itu harus dijunjung tinggi. Sekalipun masih tersembunyi. Ini adalah hubungan Allah dengan Israel. Berkat Allah kepada bangsa Israel. Segala-galanya serba tersembunyi.

SAYA ULANGI: INI ADALAH HUBUNGAN ALLAH DENGAN ISRAEL. BERKAT ALLAH KEPADA BANGSA ISRAEL. SEGALA-GALANYA SERBA TERSEMBUNYI. SERBA RAHASIA. SEMUANYA SERBA LAMBANG. SEMUA NYA SERBA BAYANG-BAYANGAN. SEMUA SERBA SAMAR-SAMAR. BERKAT YANG SERBA TERSAMAR.

TETAPI NAMA ALLAH YANG DISEBUT DAN DINYATAKAN DIDALAM PERJANJIAN BARU ITU TIDAK SAMAR, TETAPI SECARA NYATA.

AJAIB TERSEMBUNYI, SAMPAI NANTI DATANG WAKTUNYA ALLAH MEMBUKA SIAPA NAMA ALLAH SEBENARNYA UNTUK MANUSIA. UNTUK MANUSIA MENYEBUTNYA, MENYEMBAHNYA, MENJUNJUNG TINGGI NAMANYA.

SIAPAKAH NAMA ALLAH ?

Kata malaikat Allah kepada Maria, berilah nama Yesus. Yesus itu adalah satu nama yang Allah memberikan untuk kelepasan manusia dari perhambaan akan dosa. Baik Musa maupun Manoah, untuk kelepasan bangsa Israel dari perbudakan, mereka bertanya siapa nama Yang Memberi Kelepasan itu. Siapa nama Allah itu. Tuhan menjawab AKU ADA. AJAIB. RAHASIA. Mengapa engkau menanyakan nama Allah ?.

Sebab kesemuanya itu cuma tersamar. Keselamatannya pun tersamar. Keselamatan bangsa Israel itu keselamatan tersamar. Keselamatan yang sebenarnya datang, dan namakanlah Dia ,Yesus! Jadi manusia akan menyebut Yesus sebagai oknum yang akan melepaskan dan menyelamatkan manusia. Dan juru selamat manusia itu namanya bukan YEHOVAH, bukan ALLAH. TETAPI NAMANYA YESUS. Dan Yesus itu diatas segala tuan, Yesus itu diatas segala illah, dan menjadi TUHAN YESUS KRISTUS.

Yesus itu adalah juru selamat, semua orang tau akan hal itu. Tiap natal hal itu disebut. Hari ini telah lahir bagimu, Juru Selamat, yaitu Yesus Kristus.

Dalam Kisah Para Rasul 2, Pada saat mereka sudah dipenuhi dengan Roh Kudus, mereka di anggap sedang mabuk karena anggur. Kemudian Petrus menjelaskan, bahwa mereka itu tidak mabuk anggur. Dan kemudian Petrus mulai bicara tentang Tuhan Yesus. Siapakah Yesus itu sebenarnya ?

Ayat 36, Jadi seluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti, bahwa Allah telah membuat YESUS, yang kamu salibkan itu, menjadi TUHAN dan KRISTUS.

YESUS yang disalibkan itu telah diangkat oleh ALLAH BAPA sendiri menjadi TUHAN dan KRISTUS.

Sekalipun ketika Yesus memberitakan Injil didalam keempat Injil itu, Yesus sudah disebut Tuhan, tetapi Ia belum resmi diangkat oleh Bapa sebagai Tuhan. Ia adalah sebagai anak manusia. Sebab Ia harus mati lebih dahulu dan kemudian bangkit dari kematian, untuk mengalahkan kuasa maut. Kalau Ia sudah mati diatas kayu salib untuk menjadi juru selamat, maka dengan penumpahan darahNya sendiri sebagai darah grafirat, maka Tuhan Yesus naik ke surga, dan duduk dikanan Allah Bapa. Yesus yang manusia itu, yang mati dan bangkit, sekarang dilantik, disahkan, diresmikan oleh Allah Bapa menjadi Tuhan dan Kristus.

Apa arti Tuhan itu? YEHOVAH, diatas segala tuan. Gusti diatas segala yang disebut sebagai gusti. Orang Jawa mempunyai banyak gusti. Tetapi bagi Raja diatas segala raja, Dia adalah diatas segala gusti. Dia, TUHAN. Itu adalah satu sebutan kehormatan, bagi Dia segala puji dan hormat! Itu patut dihormati. NamaNYA TUHAN YESUS KRISTUS.

Dengan nama Tuhan Yesus Kristus itu, bukan cuma Firaun, bukan cuma orang orang Filistin, orang Median, tetapi setan pun gemetar oleh nama Yesus. Dan suatu mujizat yang dilakukan oleh rasul Petrus dipintu Elok. Dalam Kisah Rasul 3, ada seorang lumpuh yang tiap hari minta sedekah. Ketika rasul Petrus masuk ke Bait Allah, ia melewati gerbang pintu Elok. Dan orang lumpuh tadi dengan tempurungnya ia meminta sedekah. Rasul Petrus melihat orang itu. “Emas dan perak aku tidak punya, lihatlah aku, yang ada padaku itu akan kuberikan kepadamu. Itulah nama diatas segala nama, yaitu Tuhan Yesus Kristus. Sekarang, dengan nama Tuhan Yesus Kristus, berjalanlah!” Orang lumpuh itu langsung melompat. Apakah hal ini masih berlaku sampai sekarang? Saya kira masih, cuma kita sekarang ini lagi kehilangan akan nama itu.

Saya mempunyai kesaksian. Saya pernah dipanggil untuk seorang yang menderita stroke. Dokter dipanggil. Dokter tak bisa berbuat apa apa. Saya dipanggil dan diantar untuk berdoa bagi orang sakit itu tadi. Saya katakana, “Dengan nama Tuhan Yesus Kristus, sadarlah !” Orang sakit itu segera tersadar, tetapi sayang keluarganya tidak bisa melihat apa-apa tentang mujizat Tuhan itu. Banyak kali saya mengalami hal yang seperti ini. Apakah masyarakat kristiani sendiri sudah kehilangan akan pengertian nama itu? Kita sudah kehilangan. Dimana itu sekarang? Apakah nama itu masih tetap berkuasa? Saya sendiri merasa kehilangan, justru saudara-saudara umat kristiani harus mendapatkanNya kembali nama itu. Sebenarnya sudah banyak mujizat, tetapi masyarakat tidak bisa menghargai lagi kebesaran nama Tuhan Yesus Kristus.

Dalam KIS 4 dan seterusnya dapat kita lihat, Yerusalem gempar. Petrus ditangkap dan segera disidangkan di mahkamah agung bangsa Yahudi. Lalu Petrus dihadapkan dimahkamah itu, Petrus ditanya, “Dengan apa kamu menyembuhkan orang itu?” Petrus menjawab, “Dengan nama Tuhan Yesus Kristus.”

Kis rasul 4 : 12,

“Dan keselamatan tidak ada didalam siapapun juga selain didalam Dia, sebab dibawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.”

Selain didalam Yesus, tidak ada keselamatan didalam dunia ini. Tidak ada nama lain. Melainkan nama yang diberikan oleh Allah kepada manusia. Allah tidak memberikan nama Yehovah, kepada manusia. Bapa tidak memberikan nama Allah, tidak memberikan nama Yehovah atau Yahweh. Apalagi sekarang ini, banyak gereja memakai nama-nama Gerika, misalnya Elohim, El-shaddai, Yehovah Yihre, ‘kan nama-nama gerika atau ibrani itu bisa disalin. Dan yang paling penting, Allah tidak memberikan nama-nama itu kepada manusia untuk keselamatannya. Nama yang diberikan oleh Allah kepada manusia itu hanya satu yaitu TUHAN YESUS KRISTUS. Apakah ini bukan factor-faktor kemegahan fisik belaka? Apakah ini bukan suatu trade-mark para cendikia agar kelihtannya lebih anggun saja. Tetapi ini bukan yang diberikan oleh Allah Bapa sendiri.

Apabila yang nyata sudah ada, namun mengapa justru yang masih tersamar itu yang diagungkan? Bukankah nama Tuhan Yesus Kristus itu berada jauh diatas segala sesuatu yang berkuasa diatas segala sesuatu? Nama yang sangat berkuasa. Tetapi manusia, dengan swadaya manusianya, yang katanya perlu ditingkatkan, justru menjadi mundur didalam pengenalan akan nama Tuhan Yesus Kristus ini. Mereka mencari nama itu justru ditempat yang masih rahasia, masih tersamar. Dengan segala kecanggihannya didalam istilah-istilah gerika maupun ibrani.

Kalau saudara punya pacar dengan foto yang buram, dan saudara juga mempunyai foto pacar saudara yang dicetak dengan sangat jelas dan indah, mengapa foto yang buram tadi tetap disimpan? Ini ‘kan aneh. Tentunya kita akan pilih foto yang sangat jelas, yang tampak anggun dan cantik, dan tidak menyimpan foto hitam putih yang sudah sangat buram. Didalam Perjanjian Baru, Allah sudah sangat jelas memberikan nama itu kepada manusia, tetapi manusia masih mencari cari didalam foto yang buram tadi. Aneh. Rahasia Firman Allah itu makin lama, mendekat Hari Tuhan akan semakin terbuka, tetapi kita justru kembali kepada yang masih tersamar, padahal yang terbuka itu sudah ada. Tentang nama Tuhan Yesus Kristus itu, masih banyak hamba hamba Tuhan yang lebih menyukai istilah-istilah keren didalam Perjanjian Lama, sekalipun ia sudah mengetahui nama yang sudah diberikan Allah kepada manusia.

Tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia, dan keselamatan tidak ada didalam siapapun juga, selain didalam Dia, sebab dibawah kolong langit tidak ada nama lain yang diberikan oleh Allah kepada manusia. Melainkan nama Tuhan Yesus Kristus. Saya pernah mendengar khotbah seorang hamba Tuhan yang masih muda, seorang cendikia pantekosta, didalam kotbahnya selama satu jam itu, tidak satu kalipun ia menyebut nama Tuhan Yesus Kristus. Yang ia sebutkan, banyak nama nama istilah gerika atau ibrani.

Saudara, kalau seandainya rasul Petrus itu memberikan kesaksian bahwa ia menyembuhkan orang lumpuh itu dengan nama Yehovah, sama seperti sebutan para mahkamah pengadilan agama orang-orang Yahudi, saya kira orang-orang Yahudi akan dengan senang hati membebaskan segala kesalahan rasul Petrus. Tetapi karena rasul Petrus tetap bersikukuh memberitakan nama Yesus, maka ia mengalami aniaya orang orang Yahudi itu. Mahkamah agung orang Yahudi menjadi marah, dan rasul Petrus dilarang memberitakan nama Yesus. “Jangan kabarkan nama Yesus lagi !” Andaikata rasul Petrus berkata bahwa ia menyembuhkan orang sakit itu dengan nama Allah Yehovah, dengan kata Elohim, dengan kata El-Shaddai, dengan kata Yehovah Yihre, maka jelas rasul Petrus tidak akan ditangkap, dan dihukum. Allah Yehovah itu Allahnya orang Yahudi, mereka pasti akan senang. Mereka bahkan akan mengembangkan nama Yehovah. Tetapi karena ia menyebut nama Tuhan Yesus Kristus, maka ia dianiaya.

Antikris nanti juga akan memakai pola yang sama. Mereka tidak mau menerima kalau manusia itu dianggap sebagai Allah. Yesus itu bukan Allah, tetapi ia hanyalah seorang manusia, anak bunda Maria, anak dari Yusuf. Ia memang lebih tinggi derajatnya daripada manusia, tetapi ia bukan Allah. Ia cuma seorang nabi saja.

Dan bagi saudara yang memimpin puji-pujian, pandai-pandailah memilih nyanyian. Jangan asal pilih. Hanya karena lagunya enak dinyanyikan, tetapi isinya berantakan.

HALELUYAH ! Nama Yang terindah.

Didalam kitab Wahyu, nama itu akan makin gamblang. Kekuatan nama itu! Sebab nama itu akan termeterai didahi kita masing masing. Nama Allah Bapa. Nama Anak Allah dan meterainya adalah Roh Kudus. Didalam Tuhan Yesus Kristus. Didalam nama Tuhan sudah menyangkut nama Bapa, Yesus itu Anak Allah, dan Kristus urapan Roh Kudus. Nama yang menyelamatkan kita.

HALELUYAH !

Denah Lokasi GPdI Mur Serumbai, Jl. Dharmahusada Utara X/ 8 Surabaya

Denah Lokasi GPdI Mur Serumbai, Jl. Dharmahusada Utara X/ 8 Surabaya

" PEMULIHAN GEREJA ", oleh Pdt. Benyamin Manoah

I. IMAN DAN PENGENALAN AKAN TUHAN

Perumpamaan tentang hakim yang lalim di Lukas 18:1-8 : Yesus mengatakan suatu perumpamaan kepada mereka untuk menegaskan, bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu. KataNya, ”Dalam sebuah kota ada seorang hakim yang tidak takut akan Allah dan tidak menghormati seorangpun. Dan di kota itu ada seorang janda yang selalu datang kepada hakim itu dan berkata: ”Belalah hakku terhadap lawanku.” Beberapa waktu lamanya hakim itu menolak. Tetapi kemudian ia berkata dalam hatinya: ”Walaupun aku tidak takut akan Allah dan tidak menghormati seorangpun, namun karena janda ini menyusahkan aku, baiklah aku membenarkan dia, supaya jangan terus saja dia datang dan akhirnya menyerang aku”. Kata Tuhan, ”Camkanlah apa yang dikatakan oleh hakim yang lalim itu. Tidakkah Allah akan membenarkan orang orang pilihanNya yang siang malam berseru kepadaNya? Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka? Aku berkata kepadamu: ”Ia akan segera membenarkan mereka. Akan tetapi jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?”
Sebenarnya ada dua sasaran dimana perempuan itu dapat memohon pertolongan.
1. Memohon pertolongan kepada Tuhan.
2. Memohon pertolongan kepada hakim yang lalim
Hakim yang lalim di sini berbicara tentang sifat duniawi. Demikianlah, biasanya kalau sudah mendapat suatu masalah (problem), maka kita mempunyai dua sasaran atau dua pilihan untuk memohon pertolongan, yaitu kepada Tuhan atau kepada dunia.
Terkadang dunia juga bisa menolong, tetapi pertolongan yang diberikan itu bukan saja untuk keuntungan yang ditolong, tetapi untuk keuntungan yang menolong juga. Sebagai contoh, kalau saudara berurusan dengan suatu perkara hukum, saudara memohon bantuan pengacara untuk membela saudara. Dilihat dari luar, pengacara itu memang membantu kita, tetapi sesungguhnya dia mempunyai maksud juga untuk kepentingannya sendiri, yaitu ingin mendapatkan sesuatu imbalan. Begitu juga saat kita berobat ke seorang dokter, nampaknya dokter tersebut menolong pasiennya sesuai dengan sumpah atau janji jabatannya. Tetapi dalam kenyataannya, beberapa dokter yang memasang tarif yang tinggi.
Umumnya manusia lebih cenderung memohon pertolongan kepada dunia, sebab dalam anggapannya pertolongan dari Tuhan itu dirasakan begitu lamban. Tetapi di dalam ilustrasi di atas, Tuhan Yesus mengakhiri dengan kata-kata: ”Jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?” (Lukas 18:8b) Apa yang akan terjadi menjelang kedatangan Tuhan, sehingga Tuhan menyangsikan iman percaya kita? Kita semua tahu, menjelang kedatangan Tuhan, akan banyak kerusuhan, kesulitan ekonomi, dan lain sebagainya yang menekan kehidupan manusia.
Umumnya kalau untuk hal duniawi, kita berjuang dengan mati-matian, walaupun harus bekerja sampai larut malam. Jadi sifat manusia itu adalah berjuang untuk uang. Memang kita tidak dapat mencela hal demikian, sebab bagaimana kita bisa hidup layak kalau kita tidak bekerja. Namun kalau kita tinjau dari sudut pandang rohani, adakah keseimbangan antara cara kerja dunia kita dengan iman kita kepada Tuhan? Apakah justru di sini terdapat ketimpangan?
Kita tidak bisa berdoa, agar gelombang-gelombang kehidupan yang menakutkan itu sirna dan lenyap. Seperti gelombang lautan tidak akan pernah bisa reda begitu saja, dan tetap tak mungkin reda. Yang penting, perahu kita tetap melaju, sekalipun ombak mengganas. Karena itu, marilah kita berdoa pada Tuhan, memohon satu hal yang penting, yaitu peliharakanlah kami semua, agar perahu iman percaya kami tidak tenggelam dalam menghadapi gelombang-gelombang yang dahsyat itu. Tetapi biarlah dapat terus melaju sampai Tuhan Yesus datang kembali.
Ketika masih muda Musa sudah mempunyai firasat bahwa ia akan dipakai Tuhan untuk melepaskan bangsa Israel. Ketika ia berusia 40 tahun, ia mencoba untuk membela bangsa Israel, tetapi malah ia menjadi pembunuh. Dan ia gagal! Firasat ini ada di kitab Ibrani 11:24-26, dikatakan bahwa Musa enggan disebut anak putri Firaun sebagai “tukang pajak” Firaun, tetapi ia lebih suka menderita bersama-sama dengan saudaranya, bangsa Israel. Kegagalan Musa sebab Musa belum mendapat pengenalan dari Tuhan.
Begitu pula keadaan Jemaat Efesus, di Efesus 1:15-23 di mana kehidupan iman dan kasih jemaat sudah membanggakan Rasul Paulus, tetapi Rasul Paulus masih merasa perlu untuk mendoakan lagi Jemaat Efesus tadi supaya mendapat pengenalan yang baik tentang Tuhan. Jadi pengenalan terhadap Tuhan harus meningkat satu tingkat lebih tinggi lagi sehingga mengerti akan pengharapan apa yang terkandung di dalam panggilan itu. Jadi mengenal Tuhan adalah satu hal yang penting. Begitu juga kalau ada hamba Tuhan yang mengalami kegagalan, ini karena belum mendapat pengenalan yang baik terhadap Tuhan. Banyak hamba Tuhan di dalam bendang Allah yang hatinya hanya terpaut pada uang saja. Seharusnya, yang dipikirkan hanyalah bagaimana caranya agar bisa memenangkan jiwa, tetapi masa sekarang yang dipikirkan bagaimana bisa mendapatkan sponsor, mata hatinya kurang bisa melihat Tuhan dengan kebesaranNya.


II. TIGA GOLONGAN UMAT KRISTIANI
Orang-orang Kristen pada hari menjelang kedatangan Tuhan akan terpisah ke dalam 3 golongan, seperti yang terdapat dalam Yohanes pasal 2, yaitu:
1. Golongan I yaitu golongan yang dipulihkan lewat Firman dan tindakan percaya dalam perikop “Perkawinan di Kana” (Yohanes 2:1-11).
2. Golongan II yaitu golongan yang dipulihkan lewat Cambuk dalam perikop “Yesus Menyucikan Bait Allah” (Yohanes 2:13-22).
3. Golongan III yaitu golongan Kristen Tanpa Kristus dalam perikop “Yesus Menyucikan Bait Allah” (Yohanes 2:23-25).

II.1. Golongan I : Dipulihkan lewat Firman dan Tindakan Percaya (Yohanes 2:1-11)
Ketika Tuhan Yesus diundang dalam suatu perjamuan kawin Kana. Suasana dalam perjamuan itu sangat semarak, karena di situ ada Tuhan Yesus. Tetapi kesemarakan pesta terancam karena air anggurnya hampir habis dan orang yang punya hajat dalam perjamuan tadi terancam mendapat malu besar. Pada masa itu, bila dalam pesta tidak didapati atau tidak tersedia anggur, maka akan dirasakan, bahwa pesta itu akan hambar, dan tidak menyenangkan. Saat itu Maria berkata kepada Tuhan Yesus, ”Mereka kekurangan air anggur.” Mungkin maksud Maria, ia ingin menyuruh Tuhan Yesus agar menolong mereka untuk membuat mujizat dengan tersedianya air anggur baru. Tetapi Tuhan Yesus berkata, ”Mau apakah engkau daripadaKu, ibu? SaatKu belum tiba.” MaksudNya adalah waktu Ia harus menjadi anggur yang diperah di taman Getsemani dan oleh pemerahan itu lalu tercurah darah Kristus, dari lorong Dolorosa terus sampai ke kayu salib. Lalu Maria sadar, bahwa ia bukan peran utama, sebab bila demikian akan terjadi dualisme dalam perjamuan kawin itu, yaitu antara Maria dan Tuhan Yesus. Sehingga pada akhirnya Maria berkata, ”Apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu!” Di sini dualisme itu telah mati. Dan Tuhan Yesuslah yang mengambil alih kepemimpinan pesta perjamuan itu. Dialah satu-satunya yang harus dipandang dan didengarkan. Serta dilaksanakan FirmanNya. Pada saat itu, para pelayan kecil, mendengar akan FirmanNya. Tuhan Yesus berkata, ”Isilah tempayan-tempayan itu penuh dengan air. Lalu ambil air dari tempayan-tempayan, cedoklah, dan suguhkan kepada pemimpin perjamuan itu.” Mereka melaksanakannya, mencedok air tempayan, dan air itu telah berubah menjadi air anggur. Bahkan telah berubah menjadi air anggur yang sangat enak. Sehingga seluruh orang yang hadir disana merasakan air anggur itu sangat sedap dan berkata, ”Biasanya orang menyuguhkan air anggur yang baik pada permulaan pesta, kemudian yang kurang baik pada akhir pesta. Tetapi tuan ini menyuguhkan air anggur yang justru lebih sedap daripada yang pertama.”
Pada umumnya sifat manusia akan memberikan yang baik dahulu, kemudian yang kurang baik. Contoh yang jelas, kalau masih pacaran, kelihatan sifat yang baik-baik saja, tetapi kalau sudah menikah, semua yang jelek akan keluar. Tetapi Tuhan Yesus mempunyai sifat yang selalu baik, dan terus bertambah baik menjelang masa zaman akhir ini, bagi orang yang mendambakan akan Dia. Dalam pasal ini dapat dikatakan bahwa pesta yang terancam gagal itu ternyata dipulihkan suka citanya. Ini saya katakan sebagai pemulihan.
Gereja membutuhkan pemulihan. Sebab dapat dikatakan, gereja sekarang sudah terlalu jauh terjerumus dan melenceng dari kehendak Firman Tuhan. Gereja harus dipulihkan dengan cara dengar-dengaran akan Firman Tuhan. Seperti halnya pelayan-pelayan, melaksanakan perintah, mengambil air dari tempayan dan melakukan dengan tindakan iman percaya kepada perintah Tuhan Yesus. Tetapi sayangnya, pemimpin perjamuan pesta itu sendiri tidak mengetahui bagaimana proses mujizat itu terjadi dan yang mengetahui dan melaksanakannya adalah justru pelayan-pelayan kecil. Inilah yang saya katakan bahwa pemulihan gereja itu akan terjadi dari “arus bawah”, dari pelayan-pelayan kecil, mereka itu yang memulai pemulihan karena mendengar dan melaksanakan perintah Tuhan Yesus. Justru pemimpinnya terkejut, bahwa pemulihan itu sudah terjadi tanpa mereka sendiri mengetahuinya.

II.2. Golongan II : Dipulihkan Lewat Cambuk (Yohanes 2:13-22)
Sesudah Tuhan Yesus memulihkan Perjamuan di Kana, Ia pergi ke Yerusalem dan masuk ke dalam Bait Allah. Ternyata Bait Allah sudah menjadi ajang jual beli atau area bisnis. Orang-orang berjual beli burung, lembu, kambing, tukar menukar uang, dan sebagainya. Ketika Tuhan Yesus mengusir orang-orang yang berbisnis tadi dengan mengunakan cambuk yang dibuatNya dari tali, imam-imam bertanya kepada Tuhan Yesus, ”Tanda apakah dapat Engkau tunjukkan kepada kami, bahwa Engkau berhak bertindak demikian?” Dari pertanyaan imam itu dapat ditarik kesimpulan bahwa adanya bisnis dalam Bait Allah tentu sudah diketahui dan diizinkan oleh para imam, bahkan ada kemungkinan para imam itu sendiri mendapat bagian keuntungan dari bisnis tadi.
Para petani dan peternak Israel yang akan memberikan persembahan perpuluhan dari hasil ternak atau ladangnya terpaksa menjual dahulu ternak dan hasil ladangnya. Dan dalam bentuk uang mereka membawanya ke Yerusalem untuk dibelikan ternak dan hasil ladang serupa dengan apa yang mereka hasilkan tadi. Jual beli itu sendiri dilakukan di halaman Bait Allah. Di situ mereka membeli ternak dan hasil ladangnya namun dengan harga yang lebih tinggi daripada harga normal. Demikian juga korban-korban lain yang akan dipersembahkan ke Rumah Tuhan dijual dengan mengambil keuntungan-keuntungan. Tidak mungkin ada bisnis yang tidak menarik keuntungan. Karena itulah dalam rumah Tuhan pun terdapat noda jual beli dengan keuntungan yang tentu saja sudah sepengetahuan para pengelola Rumah Tuhan atau imam tadi.
Hal serupa pernah ditegur dan dikutuki oleh nabi Nehemia dan Maleakhi beberapa ratus tahun sebelumnya, tetapi masalah itu tetap berlanjut sampai pada masa Tuhan Yesus. Sedangkan pada masa dewasa ini, juga ada contoh seorang hamba Tuhan yang ikut menawarkan suatu tiket perjalanan yang disebut tiket ke “tanah suci” Yerusalem. Dalam penjualan tiket itu ada ketentuan bila ia dapat menjual sejumlah tiket, maka ia akan mendapat gratis sebuah tiket. Bukankah hal yang demikian termasuk bisnis dalam gereja? Harus diketahui bahwa Yerusalem itu bukanlah tanah suci, tetapi sesuai dengan apa yang dikatakan dalam Wahyu 11:8 bahwa Yerusalem itu adalah Sodom dan Mesir, sebab banyak darah orang kudus dan darah Kristus juga tercurah di sana. Dimana sewaktu-waktu darah itu akan menuntut. Kenapa para hamba Tuhan masih ikut berbisnis? Biarlah orang awam saja yang berbisnis. Tetapi hamba Tuhan seperti itu harus dapat pemulihkan seperti yang terdapat di bait Allah.
Dalam Rumah Allah itu meja-meja jual beli dijungkirbalikan dan cambuk Tuhan Yesus mengusir mereka. Ketika Bait Allah sudah bersih, Tuhan Yesus berkata bahwa Bait Allah adalah tempat sembahyang, tetapi dijadikan sarang penyamun. Jadi dapat dikatakan, bahwa Rumah Allah dari keadaan sebagai rumah penyamun dipulihkan kembali menjadi rumah Allah yang bersih untuk beribadah.. Hal ini disebut pemulihan melalui cambuk, dengan kata lain orang percaya yang masuk dalam golongan ini dapat masuk ke dalam kerajaan surga tetapi harus melalui masa aniaya antikris.

II.3. Golongan III : Kristen Tanpa Kristus (Yohanes 2 : 23-25)
Dan sementara Ia di Yerusalem selama hari raya Paskah, banyak orang percaya dalam namaNya karena mereka telah melihat tanda-tanda yang diadakanNya. Tetapi Yesus sendiri tidak mempercayakan diriNya pada mereka semua, karena Ia mengenal mereka semua dan karena tidak perlu seorangpun memberi kesaksian kepadaNya tentang manusia sebab Ia tahu apa yang ada dalam hati manusia.
Saya sering mengatakan, ”Simpanlah uangmu di lemari dan letakkan Yesus di hatimu.” Tetapi orang-orang yang disebut dalam kitab Yohanes 2:23 ini keadaannya adalah menyimpan Yesus di lemari tetapi meletakan uang termasuk juga segala macam hartanya dalam hatinya.. Jadi pada contoh ketiga ini, orang itu percaya kepada Tuhan Yesus tetapi Tuhan Yesus tidak mempercayakan diriNya kepadanya. Sehingga terjadi cinta sepihak yang disebut Kristen tanpa Kristus. Hal ini sudah tentu keselamatannya terancam sebab mereka tidak mempunyai iman yang berkenan kepada Tuhan. Gereja yang tidak punya Iman dan hal tahbis atau penyerahan diri yang baik pada Tuhan, keselamatannya terancam. Karena itu, kita harus mengintropeksi diri kita sendiri apakah iman kita sudah berkenan atau tidak kepada Tuhan.
Bilamana ada hamba Tuhan yang membangun gereja dan minta sumbangan ke mana-mana, bahkan seperti orang menagih hutang atau menjual undangan makan di restoran, yaitu setelah orang selesai makan lalu disodori sumbangan untuk membangun gereja. Dan bila gedung gerejanya selesai dibangun dia lantas berkata bahwa gereja tersebut dibangun berdasarkan iman kepada Tuhan. Inikan bohong besar, sebab sebenarnya hal yang demikian ini bukanlah masuk dalam kategori membangun berdasarkan iman. Kalau berdasarkan iman, tidak perlu mengedarkan daftar sumbangan ke mana-mana atau dengan cara-cara seperti di atas karena itu bukanlah jalur iman. Kita harus dapat membangun gedung gereja dengan doa, “Tuhan berikanlah kami kemampuan untuk dapat ikut memberikan persembahan untuk pembangunan gedung gereja.” Dan kita bertindak atas dasar iman percaya, bahwa Tuhan Yesus sendirilah yang akan membangun gedung gereja itu tanpa kita perlu keluar dari jalur iman.


III. PROSES PEMULIHAN GEREJA

Perikop “Kebangkitan Israel” Yehezkiel 37:1-10 berbunyi demikian … lalu kekuasaan Tuhan meliputi aku dan Ia membawa aku keluar dengan perantaraan RohNya dan menempatkan aku di tengah-tengah lembah dan lembah ini penuh dengan tulang-tulang. Ia membawa aku melihat tulang-tulang itu berkeliling-keliling dan sungguh amat banyak bertaburan di lembah itu; lihat tulang-tulang itu amat kering. Lalu Ia berfirman kepadaku: ”Hai anak manusia, dapatkah tulang-tulang itu dihidupkan kembali?” Aku menjawab: ”Ya Tuhan Allah, Engkaulah yang mengetahui!” Lalu firmanNya kepadaku: ”Bernubuatlah mengenai tulang-tulang ini dan katakanlah kepadanya: Hai tulang-tulang yang kering, dengarlah firman Tuhan! Beginilah firman Tuhan Allah kepada tulang-tulang ini: Aku memberi nafas hidup di dalammu, supaya kamu hidup kembali. Aku akan memberi urat-urat padamu dan menumbuhkan daging padamu, Aku akan menutupi kamu dengan kulit dan memberikan nafas hidup supaya kamu hidup kembali. Dan kamu akan mengetahui bahwa Akulah Tuhan.” Lalu aku bernubuat seperti diperintahkanNya kepadaku dan segera sesudah aku bernubuat, kedengaranlah suara, sungguh, suatu suara berderak-derak dan tulang-tulang itu bertemu satu sama lain. Maka firmanNya kepadaku: ”Bernubuatlah kepada nafas hidup itu, bernubuatlah, hai anak manusia, dan katakanlah kepada nafas hidup itu: Beginilah firman Tuhan Allah: Hai nafas hidup dari keempat penjuru angin, dan berhembuslah ke dalam orang-orang yang terbunuh ini, supaya mereka hidup kembali.” Lalu aku bernubuat seperti diperintahkanNya kepadaku. Dan nafas hidup itu masuk di dalam mereka, sehingga mereka hidup kembali. Mereka menjejakkan kakinya, suatu tentara yang sangat besar.
Ayat-ayat di atas sebagai gambaran, bagaimana sesungguhnya yang Tuhan Yesus inginkan untuk pemulihan gerejaNya. Ada 2 tahap, yaitu :
1. Pemulihan Gereja.
2. Kesempurnaan Gereja.

III.1. Pemulihan Gereja
Tulang-tulang kering itu mendengar akan Firman Tuhan. Kemudian tulang-tulang kering itu melompat-lompat mencari pasangannya masing-masing, sehingga terbentuklah kerangka manusia. Dari kerangka tulang manusia itu, kemudian tumbuh lapisan daging, urat-urat, pembuluh darah, organ-organ tubuh lainnya, kemudian tumbuh kulit yang melapisi sekujur tubuh yang terbentuk tadi. Jasad yang terbentuk ini bukanlah bangkai yang membusuk, tetapi merupakan jasad segar, hanya belum bernyawa. Tulang-tulang kering itu mendengar Firman Allah. Titik sentral daripada Injil adalah kasih Golgota dimana ada kasih Allah yang begitu besar sehingga Yesus sendiri turun ke dunia bahkan ada Yerusalem Baru yang dijanjikanNya. Kalau seumpama tulang kering itu adalah kita, berarti berbicara mengenai kita yang hidup berpadan, bertaut, dengar-dengaran apa yang Tuhan mau, berserah pada Yesus karena Yesus sebagai sentral kehidupan kita. Tulang-tulang berserakan itu menyatu, kita mengetahui manusia bisa berdiri tegak karena adanya tulang yang tersusun rapi pada masing-masing tempat. Coba bayangkan bila ruas jari kelingking kanan kita tertukar dengan jari kelingking kiri kita, rasanya aneh bahkan nyeri. Namun bila tulang itu tersusun sebagaimana mestinya, tubuh kita akan merasa nyaman. Bukan hanya rapi namun juga harus menyatu. Tulang-tulang itu menyatu karena mendengar Firman Allah dan ada usaha sendiri untuk menyatu satu dengan yang lain. Ada 3 hal yang penting kita perhatikan dalam pemulihan gereja, yaitu:

1. Harus Ada Kemauan
Diceritakan pada Yohanes 5:1-18, ada seorang lumpuh 38 tahun lamanya. Ia tak berdaya menceburkan diri ke kolam Betesda (yang diyakini bahwa setiap orang sakit yang menceburkan diri ke dalam Kolam Betesda, saat Malaikat Tuhan turun ke kolam itu dan menggoncangkan air itu, akan beroleh kesembuhan), namun selalu didahului orang. Suatu kali Yesus bertemu dengannya dan bertanya maukah dia disembuhkan. Yesus ingin tahu seberapa besar kemauan orang ini untuk sembuh. Wahyu 2:5 berkata: “Bertobatlah dan lakukan lagi apa yang semula engkau lakukan.” Jadi awal pemulihan gereja adalah atas inisiatif atau good will kita sendiri. Maukah kita sembuh dan membentuk tubuh Kristus ?
Dalam Perjalanan bangsa Israel keluar dari tanah Mesir, mereka sempat mengalami kelumpuhan selama 38 tahun. Dalam bulan pertama mereka masuk sampai ke bukit Horeb. Di gunung Horeb ini mereka melaksanakan perintah Tuhan untuk membuat kemah sembahyang selama setahun penuh. Setelah selesai pada tahun kedua mereka berangkat dari bukit Sinai ke tanah Kanaan. Perjalanan dari bukit Sinai ketanah Kanaan ditempuh dalam waktu 11 hari. Pada hari kesebelas ini mereka telah sampai di Kades Barnea (Kades Barnea ini adalah satu kota di ujung selatan tanah Kanaan). Di sini mereka dapat dikatakan sudah sampai di perbatasan tanah Kanaan hanya dalam perjalanan 11 hari. Lalu Mereka mengutus 12 orang untuk mengintai dan menyelidiki situasi dan kondisi tanah Kanaan. Dua orang kembali dan menyatakan tanah Kanaan itu ternyata indah sekali. Mereka kembali dengan membawa tandan anggur yang besar-besar. Tetapi yang 10 pengintai memberikan kabar yang bersifat menakut-nakuti bahwa orang Kanaan itu besar-besar seperti raksasa sehingga sulit menang bila melawan mereka. Dan oleh karena ketidakpercayaan mereka, maka mereka menjadi lumpuh selama 38 tahun. Dan pada tahun yang ke-40 mereka baru sampai di tepi sungai Yordan untuk siap menyeberang menuju Gilgal. 38 tahun mereka lumpuh sama halnya dengan orang lumpuh di tepi kolam Betesda. Dalam kelumpuhan selama 38 tahun ini mereka semua yang lahir di Mesir mati semua, sehingga tidak ada seorang pun yang dapat masuk ke tanah Kanaan termasuk nabi Musa sendiri. Kecuali Yusak bin Nun dan Kaleb. Kedua anak muda yang begitu kuat iman percayanya. Hampir semua dari mereka mati dan tidak bisa masuk Kanaan karena mereka tidak percaya bahwa Tuhan menyertai mereka. Mereka lebih percaya kepada panca indranya sendiri, yaitu orang Kanaan itu besar-besar seperti raksasa dan mereka merasa takut (karena tidak ada iman). Jadi kalau nanti Tuhan Yesus datang apakah masih ada iman di atas muka bumi ini? Banyak yang merasa dirinya beriman tetapi tindakan iman tidak ada ini yang membuat Yesus sendiri sanksi apakah ada iman di bumi apabila Ia datang kembali. Bagaimana dengan Saudara?

2. Sehati dan Sejiwa
Kisah Para Rasul 4:32-34 berbunyi demikian … adapun kumpulan orang yang telah percaya itu, mereka sehati dan sejiwa, dan tidak ada seorang pun yang berkata, bahwa sesuatu dari kepunyaannya adalah miliknya sendiri, tetapi segala sesuatu adalah kepunyaan mereka bersama. Dan dengan kuasa yang besar rasul-rasul memberikan kesaksian tentang kebangkitan Tuhan Yesus dan mereka semua hidup dalam kasih karunia yang melimpah-limpah.
Dari ayat diatas dapat disimpulkan bahwa mereka sehati, sejiwa, mempunyai rasa kesatuan yang cukup erat seorang dengan lainnya. Rasa sepenanggungan dalam pelayanan akan Tuhan. Tidak ada yang berkekurangan, karena selalu ada uluran bantuan dari yang mampu kepada yang menderita dan rasa mau ikut serta dalam penderitaan orang lain. Tak ada sifat individualisme yang menonjol pada setiap orang, tetapi rasa kebersamaan. Apa artinya ini?
Semenjak hukum Taurat, berlakulah sistem ekonomi Teokrasi, yaitu kesamarataan, dalam kasih Kristus, hal ini berlangsung hingga kepada sidang jemaat mula-mula itu. Dan ini mestinya tetap berlanjut sampai masa kini juga, sesuai dengan petunjuk-petunjuk Rasul Paulus. Kenyataannya bagaimana? Bukankah masih banyak dijumpai ketimpangan yang sangat mencolok? Bagaimana hal ini bisa terjadi?
Jadi kalau kita rangkaikan seluruh ayat-ayat yang tertera di atas tadi, maka akan kita tarik satu kesimpulan yang indah sekali. Saya tidak meminta agar saudara mencairkan deposito saudara di bank, tetapi saya mengharapkan agar saudara mau membuka dompet saudara untuk kekasih saudara dalam Kasih Kristus dengan lebih terbuka lagi, dengan rasa ingin menyatu dengan saudara-saudara seiman, dan seirama dengan Firman Tuhan. Percayalah, sesuatu yang baik pasti akan terjadi. Akan ada pertumbuhan urat, darah, organ-organ tubuh lainnya dan kemudian kulit yang membalut tubuh tadi. Pertumbuhan ini adalah sebab penyatuan tulang-tulang kering tersebut. Pertumbuhan karena campur tangan Firman Tuhan dan gereja akan disempurnakan dengan hembusan nafas Allah sendiri, yaitu Roh Kudus.

3. Kerelaan
Lukas 18:18-25 berbunyi demikian … ada seorang pemimpin bertanya kepada Yesus, katanya: ”Guru yang baik, apa yang harus aku perbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?” Jawab Yesus: ”Mengapa kaukatakan Aku baik? Tak seorangpun yang baik, selain daripada Allah saja. Engkau tentu mengetahui segala perintah Allah: Jangan berzinah, jangan membunuh, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta, hormatilah ayahmu dan ibumu.” Kata orang itu: ”Semuanya itu telah kuturuti sejak masa mudaku.” Mendengar itu Yesus berkata kepadanya: ”Masih tinggal satu hal lagi yang harus kaulakukan; juallah segala yang kaumiliki dan bagi-bagikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di surga, kemudian datanglah kemari, dan ikutlah Aku. Ketika orang itu mendengar perkataan itu, ia menjadi amat sedih, sebab ia sangat kaya. Lalu Yesus memandang dia dan berkata: ”Alangkah sukarnya orang yang beruang masuk kedalam Kerajaan Allah. Sebab lebih mudah seekor unta masuk melalui lubang jarum daripada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah.”
Menjelang akhir masa tugas Tuhan Yesus di atas muka bumi ini, datang seorang pemimpin dari bani Israel kepadaNya. Dalam pandangan saya, orang ini adalah seorang rabi atau pemimpin keagamaan bani Israel. Ingat, masa dimana Yesus bekerja adalah masih di bawah naungan hukum Taurat. Saya simpulkan orang ini adalah tokoh dalam hukum Taurat, karena sejak kecil ia sudah mengenal hukum-hukum Taurat itu. Jadi mungkin sekali ia lahir dalam keluarga imam. Boleh jadi ia juga seorang imam bangsa Yahudi yang sangat kaya dan masih muda. Pada masa berlakunya hukum Taurat itu, telah terjadi banyak penyimpangan dalam pelaksanaannya. Sebagai contoh, sejak ratusan tahun sebelumnya, Nabi Nehemia dan Nabi Maleakhi telah mengutuki bangsa ini karena skandal manipulasi dalam korban-korban persembahan mereka (Nehemia 13 dan Maleakhi 3). Sampai pada masa Tuhan Yesus sendiri, skandal ini tetap berlanjut (Matius 21:12-13).
Hukum Taurat itu sendiri mengajarkan azas pemerataan penghasilan bagi seluruh bani Israel, termasuk juga terhadap para imam. Memang para imam masih mendapatkan korban-korban persembahan lainnya, tetapi apabila kesemuaannya itu dilaksanakan sesuai dengan hukum Taurat, maka para imam pun tidak akan mendapatkan kelebihan yang sangat banyak, sehingga mereka bisa menjadi sangat kaya. Hal ini dapat dikatakan bahwa unsur manipulasi sangat kental waktu itu.
Ketika orang itu ingin mencari keselamatan yang kekal, maka Tuhan Yesus berkata: ”Jual hartamu itu dan bagi-bagikan kepada orang-orang miskin dan engkau akan mendapat harta di surga, ikutlah Aku.” Sebenarnya Tuhan Yesus mempersiapkan jalan bagi orang ini untuk menjadi salah satu pilar utama dalam sidang gereja mula-mula, tetapi sayang, orang ini tak mengerti maksud Tuhan, ia mengundurkan diri sebab hartanya banyak. Harta duniawi menjadi penghalang utama baginya.
Menjadi kaya itu bukan berarti menjadi berdosa. Tetapi orang kaya sangat sulit menyederhanakan gaya hidupnya (life style) yang bergelimang dengan uang. Sebab kalau saja ia berhati mulia seperti hati Kristus, yang senantiasa mau menolong orang-orang yang berkekurangan, tentu ia tak akan sempat menjadi kaya. Batasan antara dosa dan tidak berdosa, pada diri orang kaya itu setipis rambut dibelah tujuh. Dengan tak disadari sama sekali ia mudah jatuh dalam jerat dosa. Saudara seiman kita lahir dari tetesan darah segar Kristus yang tergantung di atas kayu salib di bukit Golgota. Darah Kristus itu tak terperkirakan nilainya, karena sanggup menghapus dosa isi dunia ini dan dari Golgotalah lahir banyak saudara kita seiman didalam Dia.

III.2. Kesempurnaan Gereja
“Datang hembusan nafas Allah. Dan jasad-jasad segar tadi kemudian menjadi hidup kembali.” Tahap kedua ini berbicara mengenai kesempurnaan gereja. Kesempurnaan Gereja, datangnya dari Tuhan dan hanya akan terjadi sesudah gereja selesai dipulihkan. Jadi pemulihan gereja adalah good will dari kita dan selanjutnya adalah kesempurnaan gereja yang datang dari Tuhan Yesus Kristus.
Memang tampaknya bagi daging hal ini sangat menyakitkan, karena kehendak daging ini tidak mewarisi Kerajaan Surga. Kembali satu pertanyaan terlontar: Maukah kita pulih dan mengikuti segala proses dari Tuhan Yesus?


IV. KREDIT DAN PERJAMUAN KUDUS

Zaman kita sekarang ini adalah zamannya kredit, dimana tidak ada kegiatan usaha yang tidak dikreditkan. Motor, mobil, kulkas, dan lainnya adalah barang-barang yang sering dikreditkan. Kalau jemaat yang kredit masih bisa dimengerti tetapi kalau pendetanya yang ikut kredit maka hal ini sulit dimengerti. Sebab kalau pendetanya kredit itu artinya pendetanya ikut-ikutan berhutang. Kalau pendetanya hutang maka jemaatnya hutang “kuadrat”. Ini bagaimana? Hamba Tuhan mengajarkan iman tetapi tindakannya sendiri tidak mencerminkan ia memiliki iman. Di sini sangkanya ia memiliki iman tetapi sesungguhnya ia sama sekali tidak memiliki iman. Orang kredit itu disebabkan 2 unsur:
1. Karena ingin memiliki
2. Karena ingin jalan pintas, tidak bisa menunggu uluran pertolongan Tuhan
Ketika Nabi Elisa kedatangan seorang perempuan janda (II Raja-raja 4:1-7), janda itu berkata bahwa suaminya adalah hamba Elisa yang takut akan Tuhan dan sudah meninggal. Karena itu, untuk mencukupi kebutuhan rumah tangga, jalur yang ditempuh oleh janda itu ialah berhutang. Janda itu gali lubang tutup lubang terus-menerus. Ketika janda itu datang kepada Elisa, Elisa bertanya apa yang ada pada diri janda, jawabnya dia cuma mempunyai sebotol berisi minyak. Elisa berkata bahwa minyak yang sebotol itu akan diperbanyak dengan cara mencari botol-botol minyak yang kosong, lalu masuk dan mengunci pintu rumahnya dan menuangkan sebotol minyak yang dimiliki tadi ke dalam bejana-bejana kosong tersebut. Di sini janda itu taat dan melaksanakan apa yang diperintah oleh nabi Elisa. Artinya, janda itu dengar-dengaran dan bertindak dengan iman percaya yang kuat atas perintah tadi. Sehingga botol-botol kosong tadi menjadi penuh semua dan minyak di dalam botol semula tidak juga berkurang. Inilah yang disebut dengar-dengaran dan bertindak atas dasar iman atau percaya yang kuat akan perintah Nabi Elisa.
Pada waktu bangsa Israel keluar dari tanah Mesir, darah domba Paskah disebut sebagai simbol atau lambang dari yang akan datang, yang wujudnya adalah Kristus Yesus yang disalib di atas bukit Golgota. Simbol perlu diadakan kalau perwujudannya belum datang. Namun karena sekarang wujudnya sudah ada, maka perkataan simbol itu tidak perlu dipakai lagi. Tuhan sendiri berkata : “Inilah tubuhKu yang dipecah-pecah karena kamu, inilah darahKu, cawan perjanjian baru yang dimeteraikan dalam darahKu.” Tubuh Tuhan Yesus sendiri sudah dipecah-pecah diatas kayu salib, sedangkan perjanjian baru adalah pengharapan akan Yerusalem Baru. Jadi seseorang tidak dapat memiliki Yerusalem Baru, tanpa meterai darah Kristus.
Jikalau itu adalah darah dan tubuh Kristus, bagaimanakah tata laksananya di dalam gereja? Kalau Tuhan Yesus sendiri menyebutkan bahwa roti itu adalah tubuhNya yang dipecah-pecah, apakah kita menyambut roti itu cuma sebagai sekeping roti atau benar-benar sebagai tubuh Kristus? Demikian juga dengan anggur, apakah kita tetap menganggap seperti anggur biasa atau symbol atau lambang atau dengan iman kita menganggap sebagai darah Kristus sendiri.
Jadi dalam menghadapi Perjamuan Kudus, kita tidak memakai kelima panca indera jasmani kita, tetapi kita memakai pimpinan Firman Allah dan Roh Kudus. Kedua hal inilah yang menuntun kita melaksanakan suatu Perjamuan Kudus sebagai perjamuan tubuh dan darah Kristus sendiri. Firman Allah dan Roh Kudus inilah yang kita sebut sebagai indra keenam dan ketujuh. Kalau Firman Allah berkata bahwa roti dan anggur adalah tubuh dan darah Kristus, apakah kita berani mengubah isi Alkitab? Kalau hal itu dapat diubah, mengapa semuanya tidak diubah saja ? Semuanya dianggap simbol saja, keselamatan kita juga merupakan keselamatan simbolik saja. Lalu apa artinya penebusan yang dilakukan oleh darah Kristus, kalau hanya menghasilkan suatu keselamatan simbolik?
Hidup kita ini dipimpin oleh panca indera, baik di saat suka maupun duka. Sedangkan orang Kristen harus memiliki indra ke-6 dan ke-7, yaitu Firman Allah dan Roh Kudus. Sama seperti Lot yang mempergunakan indra matanya, memandang ke arah Sodom dan Gomora yang seperti Firdaus, suatu lembah yang penuh hamparan rumput hijau. Sedangkan Abraham berkata, bila Lot kesana, maka ia kesini dan sebaliknya. Dan setelah Lot memilih Sodom dan Gomora, Abraham pun tetap tidak beranjak dari tempatnya sebab ia tidak mau mempergunakan panca indranya sampai Tuhan berkata, “Berdirilah di tempat yang agak tinggi dan layangkan pandanganmu ke timur dan barat, ke utara dan selatan.” Saat inilah Abraham dipimpin oleh indera ke-6. Demikianlah, orang Kristen yang dipimpin oleh panca indranya sendiri akan menganggap roti dan anggur perjamuan sebagai simbol, sebab rotinya tetap rasa roti dan anggurnya tetap rasa anggur. Tetapi kalau kita percaya Firman Allah, kita dipimpin oleh indra ke-6, bahwa roti dan anggur perjamuan itu adalah tubuh dan darah Kristus dan indera ke-7, yaitu Roh Kudus meneguhkan indera ke-6 kita. Jadi apakah sekarang saudara masih tetap menganggap roti dan anggur itu simbol dari tubuh dan darah Yesus? Sekarang bagaimana penghargaan saudara terhadap Perjamuan Kudus itu sendiri? Saya masih sering melihat, anggurnya tersisa di gelas, sementara rotinya berhamburan dimana-mana. Kalau saudara minum anggur dan saudara sisakan bagian dasarnya, karena saudara anggap itu ampas, maka saudara masih tetap melihat anggur itu dengan panca indra saudara sendiri.
Saudara percaya bahwa Tuhan Yesus segara akan datang kembali? Kalau saudara percaya, apa dasarnya? Apakah panca indra saudara yang memimpin saudara untuk percaya bahwa Yesus akan datang ke-2 kalinya? Tidak akan dan yang menuntun saudara percaya, bahwa Yesus segera datang kembali adalah Firman Allah dan Roh Kudus, indera ke-6 dan ke-7 saudara. Panca indra saudara malah bertentangan dengan indera ke-6 dan ke-7, karena maunya panca indra adalah agar hidup kita tetap nikmat dan santai. Siapa yang mau pikul salib? Bukanlah daging dengan panca indra ini, tetapi justru indera ke-6 dan ke-7, Firman dan Roh Kudus yang tinggal di dalam kita. Demikian juga dengan perjamuan Kudus, kita harus mempergunakan indera ke-6 dan ke-7 sehingga kita berkenan atau layak menghadapi Perjamuan Kudus ini.
Begitu juga gereja yang mengadakan Perjamuan Kudus, rotinya kecil-kecil dan gelasnya plastik, kecil-kecil. Apakah ini artinya perjamuan kudus cuma sekedar simbol? Sehingga pelaksanaannya pun sekedar prasyarat saja. Kalau saudara mengadakan perjamuan pesta pernikahan anak saudara di hotel, maka dalam pesta itu akan dipakai gelas yang baik, bukan? Kalau di istana ada perjamuan antar kepala negara, gelas yang dipakai adalah gelas yang indah, bukan? Sedangkan Perjamuan Kudus ini adalah Perjamuan dengan Tuhan Yesus sendiri, mengapa kita memakai gelas yang ala kadarnya dengan roti yang kecil-kecil? Siapakah Yesus, sebagai Pemilik Perjamuan ini? Di dalam Yohanes 13:26, disebutkan bahwa roti itu dapat dicelup ke dalam cawan, artinya roti itu ukurannya cukup besar dan dapat dipakai sebagai penahan lapar. Di Lukas 22, Tuhan Yesus berkata, “Hatiku sangat rindu untuk makan Paskah ini bersama-sama dengan kamu, sebab mulai saat ini, Aku tidak akan makan bersama-sama kamu lagi sampai Kerajaan Sorga datang dan semuanya disempurnakan.” Jadi betapa kita sebenarnya harus menghargai Perjamuan Kudus ini! Janganlah Perjamuan Kudus ini diedarkan keliling kampung seperti orang menjual pisang goreng. Makan dan minumlah Perjamuan Kudus ini di rumah Allah sendiri, di dalam gereja. Perjamuan Kudus jangan dipakai sebagai “jampi-jampi” untuk menyembuhkan orang sakit. Orang sakit cukup didoakan di dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Nama itu sangat besar kuasanya dan segala apa yang ada di alam semesta ini bertekuk lutut mendengar nama itu. Kita menantikan kedatangan Tuhan Yesus kembali di awan-awan yang permai, setelah segala sesuatu dipulihkan.

Tuhan Yesus Kristus memberkati saudara sekalian ….. Haleluya ….. Amin.

HARMAGEDON oleh Pdt. Benyamin Manoah

Sebagian atau mungkin semua telah mendengar khotbah tentang Harmagedon ini diluar. Pengamatan saya selama ini orang cuma berkata tentang perang Harmagedon saja. Dan belum pernah diadakan pertemuan tentang apa sebenarnya perang Harmagedon itu. Bentuk peperangan Harmagedon itu bagaimana? Apakah menggunakan bom atom, atau senjata konvensional atau pedang?
Perang Harmagedon itu akan melibatkan dunia dan juga melibatkan gereja. Bentuk peperangan Harmagedon itu sendiri adalah suatu peperangan yang merupakan peperangan akhir dari sejarah bumi sebelum Tuhan Yesus datang kembali. Peperangan Harmagedon itu terkait dengan dilepaskannya malaikat yang ada di sungai Efrat (Wahyu 9:14). Dalam kitab Wahyu 16:12-16, 

Dan malaikat yang keenam menumpahkan cawannya ke atas sungai yang besar, sungai Efrat, lalu keringlah airnya, supaya siaplah jalan bagi raja raja yang datang dari sebelah timur. Dan aku melihat dari mulut naga dan dari mulut binatang dan dari mulut nabi palsu itu keluar tiga roh najis yang menyerupai katak. Itulah roh-roh setan yang mengadakan perbuatan-perbuatan ajaib, dan mereka pergi mendapatkan raja-raja di seluruh dunia, untuk mengumpulkan mereka guna peperangan pada hari besar, yaitu hari Allah yang Mahakuasa. “Lihatlah Aku datang seperti pencuri. Berbahagialah dia, yang berjaga-jaga dan yang memperhatikan pakaiannya, supaya ia jangan berjalan dengan telanjang dan jangan kelihatan kemaluannya.” Lalu ia mengumpulkan mereka di tempat, yang dalam bahasa Ibrani disebut Harmagedon.

Harmagedon itu diambil dari nama suatu daerah di lereng gunung Karmel. Terdapat suatu lembah yang disebut lembah Megido. Lembah Megido ini adalah lembah Yezreel, dimana raja Yosafat berhadapan dengan tentara Mesir. Dalam peperangan dunia yang pertama lembah Megido ini juga menjadi ajang peperangan yang mengerikan dimana tentara Perancis, Turki, dan tentara dari Timur bertemu disitu. 
Kapan peristiwa perang Harmagedon itu terjadi? Memang pengajaran pengajaran yang salah bisa “meninabobokkan” kita. Misalkan saudara membaca di kitab Wahyu 1:7, 

Lihatlah, Ia datang dengan awan-awan dan setiap mata akan melihat Dia, juga mereka yang menikam Dia. Dan semua bangsa dibumi akan meratapi Dia. Ya, amin.

Kalau orang yang menikamNya melihat itu berarti Tuhan datang memperlihatkan lukaNya. Ada penafsir, yang mengatakan, bahwa ini adalah hari kedatangan Tuhan, hari Maranatha. Tidak! Itu bukan hari Maranatha. Itu bukan hari kedatangan Tuhan, sebab pada hari Maranatha, Tuhan tidak datang untuk memperlihatkan luka-lukaNya akibat Ia disalibkan. Tetapi Ia akan datang dengan kewibawaanNya sebagai Raja Diraja. 
Kalau Ia sekarang datang menyatakan diriNya sebagai yang disalib, ini merupakan kegenapan nubuat dari kitab Zakharia 12, Tuhan berjanji akan mencurahkan roh sembahyang atau roh doa, di Yerusalem. Sehingga keluarga Daud, keluarga imam, di Yerusalem, melihat Dia yang ditikam. Jadi Wahyu 1 itu merupakan kegenapan dari kitab Zakaria 12. Dan saya tafsirkan ini sebagai pertobatan istana Daud. Zakaria 12:10-14, 

Aku akan mencurahkan roh pengasihan, dan roh permohonan atas keluarga Daud dan atas penduduk Yerusalem, dan mereka akan memandang kepada dia yang telah mereka tikam, dan akan meratapi dia seperti orang meratapi anak tunggal dan akan menangisi dia dengan pedih seperti anak sulung. Pada waktu itu ratapan di Yerusalem akan sama besarnya dengan ratapan atas Hadad-Rimon di lembah Megido. Negeri itu akan meratap, setiap kaum keluarga tersendiri; kaum keluarga keturunan Daud tersendiri dan isteri mereka tersendiri; kaum keluarga keturunan Natan tersendiri dan isteri mereka tersendiri; kaum keluarga keturunan Lewi tersendiri dan isteri mereka tersendiri; kaum keluarga Simei tersendiri;dan isteri mereka tersendiri; juga segala kaum keluarga yang masih tinggal, setiap kaum keluarga tersendiri dan isteri mereka tersendiri. 

Ini merupakan pertobatan orang-orang istana Daud, orang-orang Yerusalem. Tetapi mereka ini langsung terjun ke dalam peperangan Harmagedon. 
Saya ingatkan saudara pada mereka yang bersumpah pada waktu Tuhan Yesus disalib, biar darahNya kami dan keturunan kami yang menanggung. Siapa yang bersumpah itu? Masyarakat keturunan Yehuda. Mereka itu adalah orang-orang Yahudi, bukan orang-orang Israel dari kesepuluh suku yang lain. Sebab orang Israel dari kesepuluh suku yang lain tidak masuk ke dalam kota Yerusalem. 
Ratapan mereka sama seperti ratapan Hadad-Rimon di lembah Megido. Rupanya di lembah Megido itulah sebagian orang Yahudi akan bertobat bahkan mereka berani untuk mati sahid. Dan mereka memang harus mati sahid, seperti sumpahnya di depan Pilatus. 
Mengapa saya katakan begitu? Sebab peperangan Harmagedon itu berada dalam masa tiga tahun setengah. Banyak kejadian kejadian penting dalam masa tiga tahun setengah itu. Jangan cuma melihat gereja sempurna dan antikris saja, tetapi lihatlah malapetaka-malapetaka di Yerusalem dalam masa tiga tahun setengah itu. Harmagedon itu sendiri dipicuh oleh penghasutan tiga roh yang seperti katak dan yang keluar dari mulut nabi palsu, binatang, dan naga. Hal ini merupakan suatu akibat dari dicurahkannya piala murka yang keenam.
Memang dalam pengajaran pantekosta, kalau sungai Efrat menjadi kering maka terbuka jalan bagi raja-raja dari timur. Raja-raja dari timur ini menurut penafsiran mereka adalah mempelai wanita – biarlah penafsiran itu berjalan, segala sesuatu yang disebut dari timur, itu berasal dari matahari terbit – menurut mereka, matahari itu hidup dan matahari yang hidup itulah surga, kata pengajaran itu. Mengapa surga itu berada di matahari? Pada tahun 1947, saya bertanya tentang hal ini. Jawabnya, berdasarkan kitab Yusak, Yusak berkata Tuhan sambil menunjuk matahari dan menyuruh matahari untuk diam lalu matahari itu diam. Anggapannya berkata kepada Tuhan sambil menunjuk matahari, sebab Tuhan berada di dalam matahari. Sempat saya bergurau, kalau malam hari maka matahari menjadi gelap, apa ada pemadaman listrik di surga. 
Sekarang ada lagi ajaran, bahwa surga itu ada tiga tingkat yang dilihat oleh Rasul Paul dan Musa dengan tabernakelnya. 
     Yang pertama : antara planet-planet, yaitu bentangan langit. 
     Tingkat kedua : galaksi- galaksi. 
     Tingkat ketiga : di luar galaksi-galaksi ini. 
Saya heran, kok ada pelajaran seperti ini. 
Berdasarkan pengertian bahwa surga itu berada di dalam matahari, maka ketiga orang Majus itu dikatakan sebagai Musa, Eliah, dan Henokh, lompat dari matahari ke bumi pada waktu Tuhan Yesus lahir. Sebab mereka itu dari timur. Jadi segala sesuatu yang dari timur itu adalah dari Tuhan. Tetapi mereka lupa bahwa yang murtad itu larinya ke timur semua. Adam dibuang ke timur, Kain juga dilempar ke timur, dan semua yang jahat dibuang ke Timur. Dan sungai Efrat ini tempatnya setan diikat. Kalau sungai Efrat ini dibuka dan semua raja-raja dari Timur masuk ke Barat, kemana mereka akan pergi? Ke lembah Harmagedon. Dan lembah Harmagedon akan dipadati oleh raja-raja dari Timur.
Tiga kepercayaan tua ini berkumpul di Yerusalem. Sekarang kelihatannya ketiganya menyatu. Tetapi berdasarkan Alkitab, besi dan tanah liat itu tidak bisa disatukan dan tiga kekuatan inipun tidak bisa berssatu. Tiga kekuatan ini menghasut ke Yerusalem dan dari sana akan menjalar ke seluruh dunia. Ketiga roh tadi akan menghasut ke seluruh dunia. 
Hari-hari ini kita dikuatirkan oleh berita-berita dunia. Apa saja yang terjadi disana, akan mengacu pada orang berkulit putih. Orang kulit putih itu identik dengan orang Kristen. Segala bentuk teror itu akan lari ke orang Kristen. Hal ini adalah suatu kekuatan terselubung. Ketiganya merupakan api dalam sekam sekarang ini dan kita hanya menunggu kapan meledaknya. Kalau kita perhatikan hal ini, mau atau tidak mau, kita harus percaya, bahwa Tuhan Yesus akan segera datang kembali. Sebab kejadian Harmagedon ini juga sudah diambang pintu. 
Tentang tiga roh katak. Saya dahulu penggemar masakan kodok ini, tetapi setelah saya membaca Wahyu 16, saya tidak lagi menyukainya sampai sekarang sebab roh najis yang menghasut itu, kata Alkitab bentuknya seperti katak.
Sekarang saya ingin menjelaskan bentuk Harmagedon itu sendiri. Peperangannya sendiri, itu bagaimana? Dalam mimpinya Nebukadnezar, ia melihat patung yang berkaki besi bercampur tanah liat dan antikris itu ada disana. Mengapa? Dalam kitab Daniel 2, dalam mimpi Nebukadnezar, ada batu gunung yang jatuh tanpa pertolongan tangan, jatuh menimpa bagian kaki yang terdiri dari besi bercampur tanah liat tadi. Dan kalau bagian ini tertimpa, maka seluruh patung tadi hancur lebur menjadi debu. Besi dan tanah liat itulah sifat dari antikris. Besi adalah kekuatan kuat dan keras dan tanah adalah rapuh. Antikris itu terdiri dari dua unsur, yaitu unsur kekuatan dan unsur kerapuhan. Menurut kitab Daniel, antikris itu terdiri dari unsur Yunani dan unsur Romawi. Yunani dan Romawi ini asalnya memang satu kesatuan dan kedua bagian agama ini akan bersatu kembali menjadi satu kekuatan tunggal yaitu antikris. Gereja-gereja lain akan dianggap sebagai bidat yang murtad dan gereja-gereja ini harus dikembalikan pada jalur semula. Kalau gereja itu bisa dikembalikan pada jalur semula, jalur mereka, maka maksud naga untuk menelan anak itu akan tercapai. Kalau tidak mau dikembalikan, mereka akan dianiaya.
Kalau kita lihat ketiga unsur yang menyatu di Yerusalem itu, kita tidak melihat adanya unsur gereja dan hal itu bukan unsur Kristen. Hal itu merupakan tiga kekuatan dan ketiganya ini tidak simpatik kepada kita. Dan ketiga unsur yang tidak simpatik ini juga tidak bisa menyatukan dirinya sendiri dan tidak bisa disatukan antara satu dengan yang lain. Dan karena tidak bisa disatukan, maka akhirnya mereka akan saling bantai. Dimana? Di lembah Harmagedon. 
Contoh yang bisa kita dapatkan di Alkitab, yaitu peperangan di zaman Gideon. Hakim-hakim 7. Karena orang Israel sudah porak poranda dikalahkan oleh orang Amalek, Gideon dipanggilpun tidak sanggup lagi. Tetapi pilihan Allah tetap berlaku sehingga Gideon harus dipaksa melaksanakan. Dalam perintah Tuhan untuk mengadakan kelepasan bagi orang Yehuda, Gideon mulai memanggil taruna mereka dan terkumpul 32.000 orang. Tetapi dalam pandangan Allah, jumlah ini terlalu banyak. Sekarang dilakukan screening. 
Screening pertama, dipersilahkan pulang bagi siapa saja yang merasa cemas dan takut. Ternyata jumlah yang pulang sebanyak 22.000 orang. Screening kedua dilakukan, sebab Tuhan berkata 10.000 orang itu masih terlalu banyak. Screening kedua ini bentuknya pemilihan, yaitu banyak dipanggil tetapi sedikit yang dipilih. Cara pemilihannya adalah menyuruh mereka minum. Sebagian besar cara minumnya langsung dengan mulutnya, seperti anjing, tetapi ada yang memakai tangannya, dengan menghirup air tersebut. Yang menghirup itulah yang terpilih dengan jumlah 300 orang dan yang rakus tidak terpilih. Jadi jangan pernah menjadi orang yang rakus. Yang terpilih adalah yang menggunakan tangan. Bicara soal bekerja, barang siapa yang tidak bekerja, tidak patut makan.
Gideon masih bimbang dengan mereka yang sudah terpilih. Lalu Tuhan datang kepada Gideon dan berkata, “Menyusuplah ke kubuh lawan. Ke kemah-kemah orang Amalek.” Dan mereka mulai menyusup. Saat itu Gideon mendengar prajurit lawan berbisik-bisik. Mereka masing-masing bercerita tentang mimpinya dan ternyata mereka bermimpi sama, yaitu ada sebuah roti seir menggelinding menimpa kemah mereka sehingga roboh dan dibongkar-bangkirkannya, demikianlah kemah ini habis runtuh. Secara materi, roti seir bernilai lebih rendah dari gandum, namun berguna. Apa arti mimpi ini? Tenyata adalah Pedang Gideon.  
Setelah mendengar semuanya itu, bersujudlah Gideon menyembah lalu pulanglah ia untuk menyiapkan tiga barisan pasukan, dari semua ketiga ratus orang tadi, dan ke tangan mereka semua diberikannya sangkakala dan buyung kosong dengan suluh di dalam buyung itu, lalu bagaimana selanjutnya? 
Gideon dengan pujian. “Pedang demi Tuhan dan demi Gideon”. Kehidupan dagingnya hancur, kendilnya hancur, pelitanya nyala. Dagingku ini harus merosot, namun Dia harus jadi besar di dalam diriku. Ini bukan sumber daya manusia yang harus menjadi besar tetapi Dia di dalam aku. Mengapa kita mau meningkatkan sumber daya manusia? Manusia itu identik dengan daging. Sumber daya rohani harus meningkat untuk melawan sumber daya jasmani (kejahatan/manusia). Wahyu 22:11, kejahatan terus meningkat, kesucian dan kebenaran harus terus meningkat, dan sumber daya rohani makin meningkat. 
Lantas orang-orang Median bangun dan saling membunuh satu terhadap yang lain. Mereka itu mabuk dan kemudian memenggal kepala teman-temannya sendiri. Itulah bentuk perang Harmagedon.
Jadi Harmagedon itu saling penggal, sebagai gambaran. Mengapa peristiwa Gideon itu saya tarik sebagai gambaran untuk perang Harmagedon? Sebab adanya roti seir yang menggelinding itu sama seperti batu gunung yang menggelinding jatuh tanpa pertolongan tangan manusia menimpa kaki patung di dalam mimpi Nebukadnezar. Setelah menimpa kaki patung, maka batu itu lantas menjadi besar, itulah kerajaan Kristus.
Sekarang saya tunjuk bayangan lain, yaitu pada Zakaria 12 mulai ayat 1 dan seterusnya. Allah hendak mengadakan kelepasan bagi Yerusalem, maka Yerusalem itu akan menjadi batu. Batu tersebut akan diangkat bagi segala bangsa. Dan siapa saja yang mengangkatnya pasti luka parah. Segala bangsa di bumi akan berkumpul melawannya. Dan pada masa itu, Tuhan akan mengirim roh bingung, roh depresi, dan roh frustrasi dikirim ke Yerusalem. Sehingga kuda-kuda menjadi bingung dan menjadi gila, kalau sudah begitu, temannya sendiri akan dimakan. Disini, apakah ada kesamaannya dengan kitab Hakim-Hakim 7 tadi?
Sekarang saya berikan gambaran yang ketiga. Kitab II Tawarikh 20, Yosafat dikepung oleh orang-orang Moab dan sekitarnya. Yosafat tidak mempunyai andalan apa-apa, tidak punya angkatan perang yang kuat, dan Yosafat ketakutan. Lantas muncul seorang nabi yang berkata kepada Yosafat, agar ia tidak takut dan percaya akan Allah, maka ia pasti menang. Yosafat pun mempercayai kata-kata nabi ini. Lalu Yosafat kumpulkan tua-tua Yehuda dan kumpulkan imam-imam orang Lewi. Mereka berunding dan keputusannya, Yosafat membentuk paduan suara dan tidak membentuk angkatan perang.
Saya menyadari hal ini, maka saya berusaha untuk membentuk paduan suara yang baik. Memang menghabiskan biaya dan anak-anak paduan suara juga memiliki pengorbanan. Paduan suara ini nanti akan menyanyi dengan nubuatan dan pakaian suci dan merupakan suatu paduan suara yang diurapi. 
Pada hari H-nya, bala tentara musuh itu akan menyerbu Yosafat. Yosafat berdiri di depan dan dikelilingi oleh paduan suara ini dan mereka menaikkan puji-pujian. Puji- pujian yang dinaikkan oleh paduan suara menyebabkan musuh itu saling membunuh sesama kawan mereka. Roh bingung dikirimkan Tuhan dan mereka saling bunuh membunuh. Prinsipnya sama dengan yang dinubuatkan di dalam Zakaria 12. Sama dengan masanya Gideon. Maka di situlah dinamakan lembah pujian. Lembah pujian itu juga disinggung didalam kitab Yoel, lembah Yosafat. Begitulah kira-kira Harmagedon nantinya. 
Contoh berikutnya, yaitu kitab Yohanes 14:1-3, 

Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepadaKu. Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada.

Tuhan akan datang kembali. Ini bukan perjanjian Maranatha, Tuhan bisa datang sewaktu-waktu. Di dalam Perjamuan Kudus, Tuhan bisa datang. Tuhan juga pernah datang kepada Saul dalam perjalanannya ke Damsyik. “Aku Yesus yang engkau aniaya”. Yesus memperlihatkan tanganNya seperti kitab Wahyu 1:7. Melihat hal itu, Rasul Paul langsung bertobat. Pertobatan orang Yehuda itu cukup dalam waktu satu hari saja. Yesaya 66:7-8, kota yang dilahirkan dalam waktu satu hari itu adalah pertobatan kaum Yehuda secara serempak. Pada waktu itu Tuhan akan mencurahkan roh rahmat dan roh doa sehingga seluruh keluarga Daud dan Yehuda mendapat wahyu. Tuhan Yesus datang dan memperlihatkan luka-lukaNya yang dialami di atas kayu salib serta lambung-Nya yang tertikam (Zakharia 12:10-13 dan Wahyu 1:7 ). Seluruh orang Yahudi dan Lewi di Yerusalem serempak akan menangis bertobat dan hal ini merupakan pertobatan secara serempak; satu kota dilahirkan dalam waktu satu hari. Waktunya adalah pada saat menjelang perang Harmagedon. 
Saya sudah menjelaskan apa bedanya orang Israel dengan kita, yang berasal dari orang-orang kafir. Bedanya adalah ibarat emas. Kita ini ibarat emas yang berada di dalam tambang. Kita ini sejak masih di dalam kandungan sudah dididik tahyul, dan lain lain untuk menjadi emas murni, harus melalui proses yang panjang. Sedangkan bangsa Israel ibarat emas yang terhilang dalam lumpur, bila ditemukan kembali dapat langsung menjadi emas murni. Proses mengkuduskan kita itu sangat sukar kalau dibandingkan dengan orang-orang Israel. Kalau mereka sadar, mereka akan langsung menjadi murni. Itulah sebabnya didalam kitab Yesaya 66, dikatakan dalam waktu sehari, Sion yang belum merasakan sakit sudah melahirkan anak. Itu bukan kelahirannya, Wahyu 12. Pertobatan itu berlanjut dengan lahir baru. 
Sekarang saya ingin menjelaskan lagi tentang “supaya dimana Aku berada kamu ada” pada Yohanes 14:1-3. Ada beberapa kata yang menjadi kenyataan, bahwa 144.000. di dalam Wahyu 14 itu, mereka beserta dengan Tuhan, dimanapun Tuhan berada. Apa yang ditulis itu kita percayai, mengapa kurang penelitian? Siapa saja keseratus empat puluh empat ribu orang itu? Disebut mereka adalah orang-orang yang tidak menajiskan diri dengan perempuan. Orang yang tidak menajiskan dirinya dengan perempuan itu laki-laki atau perempuan? Jelas laki-laki, tetapi ia adalah virgin. Yang disebut virgin itu laki-laki atau perempuan? 
Virgin: menurut Webster’s New Universal Unabridged Dictionary, Deluxe Second Edition, Dorset & Barber, Dictionary Editorial Offices, New World Dictionary Dictionaries, di Ohio, USA, adalah seseorang yang belum pernah melakukan hubungan intim, baik ia seorang laki-laki ataupun seorang wanita. Jadi menurut kamus bahasa Inggris itu, virgin itu bisa digunakan buat laki-laki juga buat perempuan. 
Anak-anak kebangkitan itu tidak mempunyai unsur laki-laki atau perempuan dan keadaannya seperti malaikat. Itu adalah kata-kata Tuhan Yesus sendiri (Matius 19). Lalu siapa mereka itu? Alkitab menulis mereka itu adalah kedua belas suku Israel. Mengapa kita berkata itu bukan orang-orang Israel padahal Alkitab berkata, mereka jelas-jelas orang Israel. Jangan lupa Tuhan Yesus turun ke bumi untuk mencari suku-suku yang terhilang. Sampai Tuhan Yesus melantik kedua belas rasul dengan tugas mencari domba-domba Israel yang hilang. Jadi kedua belas murid Yesus itu bertugas mencari domba Israel yang hilang, bahkan sampai ke akhir zaman (Matius 10:23). Kalau Tuhan Yesus sendiri yang mencari kedua belas suku domba Israel yang hilang itu, bisa dipastikan ketemu. Lagipula Alkitab sendiri menulis, bahwa yang dimeterai itu dua belas suku bangsa Israel. Kalau kita katakan itu bukan bangsa Israel, apakah itu bukan berarti kita mengubah Alkitab itu sendiri? Sebenarnya kalau diurut, maka dapat diketemukan urut-urutannya, bahwa kedua belas suku itu memang suku-suku bangsa Israel.
Apa beda 144.000 itu dengan kemah Daud yang bertobat di masa Harmagedon? Yakub bernasar akan memberikan persepuluhannya. Persepuluhan itu merupakan buah bungaran. 144.000 itu adalah buah bungaran. Janji Yakub terpenuhi disini untuk memberikan persepuluhannya. Lalu masih ada Yudah dan Israel lain. Ketika anak anak Israel, anak sulungnya yang bernama Ruben, berzinah dengan ibu tirinya, (dan Rubin serta Simeon, sama eratnya seperti Efraim dan Manasye). Oleh karena Ruben jatuh ke dalam dosa, maka hak sulungnya dicabut. Dari hak sulung yang dicabut ini, Yakub memilih Efraim dan Manasye. Yakub menumpangkan tangan dengan tangan silang pada Efraim dan Manasye. Yakub berkata Efraim dan Manasye ini bagaikan Ruben dan Simeon. Hak sulungnya ada pada Efraim. Itulah sebabnya maka kerajaan Israel (di Samaria) selalu dari keturunan Efraim – kesepuluh suku tadi – itulah hak sulung suku suku Israel tadi. Berarti juga hak sulungnya Yakub. Namun dalam kitab Mazmur 78:67, Allah menolak Efraim, tetapi memilih Yudah. Jadi hak sulung menurut pilihan Yakub, itu adalah Efraim, tetapi Tuhan memilih Yudah. Yudah menjadi hak sulung, sebab dari Yudah lahirlah Mesias. 
Luar biasa indahnya perkara ini. Biar bagaimanapun juga pilihan Yakub dihargai. Efraim dan Manasye menjadi yang terbesar dari kedua belas suku. Wilayahnya cukup luas. Efraim itu juga kinasih Allah. Tetapi Allah memilih Yudah dan menemukan Daud. Jadi hak sulung Israel itu di dalam pemeteraian Allah adalah Yudah. Menurut hukum Tuhan, dalam Ulangan 21:17, pembagian warisan bapak kepada anak itu ialah, anak sulung mendapat dua bagian.
Kita ini juga anak sulung roh. Kita ingat Elisa, Elisa juga minta dua bagian dari roh Elia. Roh, itu hak sulung yang diminta, yaitu berkat sulung. Jadi Yudahlah yang mendapat berkat hak sulung. Sisa-sisa suku Yudah itu yang bertobat juga diselamatkan sekalipun di lembah Megido. Kalau ia sampai ke lembah Megido tadi karena sumpahnya sendiri. Tetapi sebagai anak sulung yang dipilih oleh Allah, ia harus termasuk sebagai buah bungaran. 
Almarhum pendeta van Gessel berkata demikian, “jangan pernah mencari Tuhan dengan menggunakan otak. Cari Tuhan dengan menggunakan lututmu! Dengan air matamu! Nanti engkau mengenal Tuhan tidak dari otak, tetapi mengenal Tuhan dari pewahyuan.” Pewahyuan sangat penting buat saya. 
Jadi keseratus empat puluh empat ribu orang tadi akan mendampingi Tuhan menyaksikan perang Harmagedon dan tidak ikut-ikutan berperang. Dan mereka itu adalah paduan suara yang akan membuat orang menjadi gila dan membuat orang lain menjadi depresi sehingga yang terlibat dalam perang Harmagedon akan saling terkam; bunuh membunuh sesama teman. Tetapi pada sisi lain, suara itu menyerupai alunan indah seseorang yang sedang memetik kecapi. Itulah paduan suara. Lagu-lagunya orang lain tidak bisa menyanyikan. Mungkin sekali lagunya seperti berikut; 

Saya bebas oleh darahNya, … … … ….; 

Namun orang-orang yang tidak ditebus tak mungkin menyanyi demikian. Nyanyian Anak Domba, itu yang saya sebut sebagai nyanyian paduan suara yang penuh dengan urapan. 
Oleh karena itu bentuklah suatu paduan suara yang baik, suatu paduan suara yang penuh dengan urapan di gerejamu masing-masing, binalah paduan suara itu. Paduan suara itu adalah nyanyian dan musik. Paduan suara itu mempunyai kekuatan psikologis. Kalau musiknya seperti kuda kepang, jelas orang yang mendengarkannya lama-lama bisa kesurupan seirama dengan musiknya. Saya katakan ini mempunyai pengaruh psikologis. Yang saya maksudkan dengan paduan suara yang sebenarnya dan merupakan buah bungaran dalam kerajaan Surga. Masih banyak lagi rahasia-rahasia yang belum sempat saya jelaskan sekarang ini. 
Apa yang tersurat didalam Wahyu 14; keberadaan waktunya dalam tiga setengah tahun masa antikris. Sekalipun dalam masa antikris, mereka tidak teraniaya, karena 144.000 orang ini terpilih dan termeterai dan selalu disisih Anak Domba Allah, mereka terlindung oleh Tuhan Yesus Kristus.
Mereka (paduan suara) menyanyi dengan suara menggelegar bagaikan guruh, di hadapan keempat makhluk dan tua-tua, orang-orang yang ditebus oleh Darah Anak Domba Allah, sebagai buah bungaran (Wahyu 14:2-4).
a. Mereka menyanyi dengan suaranya bagaikan air bah dan bagaikan deru guruh yang dahsyat. Suara yang membinasakan musuh-musuh Kristus dalam perang Harmagedon.
b. Disisi lain, ternyata bagaikan pemain-pemain kecapi, memetik kecapinya. Suara merdu yang menyegarkan dan menghidupkan. 
Seperti tertulis pada 2 Korintus 2:15-16, bila kami ini di tengah-tengah orang-orang yang akan binasa, bagaikan bau busuk yang mematikan, tetapi bila di tengah-tengah orang-orang yang akan diselamatkan, kami ini berbau harum yang menghidupkan.
Contoh untuk perbandingan perang Harmagedon dengan perang Gideon, Hakim-Hakim 7:22, orang-orang Amalek dan Median, ketika mendengar derap kaki dari tiga ratus peserta Gideon yang berseru, ”Pedang Tuhan, pedang Gideon”, tersentak dan sangat terkejut, pada pendengarannya mungkin bagaikan derap ratusan ribu tentara Yudah, sehingga terbangun, menjadi panik dan saling bunuh membunuh sesama kawan sendiri. Antikris bertujuan memerangi Kristus dengan umatNya, namun pada akhir kenyataannya mereka saling terkam dengan sesamanya di lembah Harmagedon.
Ini merupakan kenyataan dari mimpi Nebukadnezar, patung itu jari-jari kakinya terdiri dari besi dan tanah liat, menyatu tetapi tidak mungkin bersatu dan senyawa, sehingga ada kerapuhan dalam kekuatan antikris, dan mereka akan saling terkam.
Contoh 2, untuk perbandingan perang Harmagedon dengan pengepungan bangsa-bangsa terhadap raja Yehuda (Yosafat), II Tawarikh 20:14-26. Ketika raja Yosafat dikepung oleh musuh-musuhnya, tidak membentuk angkatan perang, tetapi Yosafat membentuk paduan suara yang diurapi dengan berpakaian kekudusan. Bila paduan suara ini menyanyi, maka musuh-musuh Yosafat akan saling terkam dan membunuh sesama kawan sendiri. Lembah tempat Yosafat dan paduan suara ini kemudian dinamai “LEMBAH PUJIAN”. Lembah ini disebut dalam kitab Yoel 3:2, 12, 14, sebagai lembah Yosafat dan Lembah Penentuan dan di lembah ini Tuhan akan mengadakan pembalasan. 

20 November 2008

Sahabat TUHAN


Ada seorang bocah kelas 4 SD di suatu daerah di Milaor Camarine Sur (Filipina) yang setiap hari mengambil rute melintasi daerah tanah berbatuan dan menyeberangi jalan raya yang berbahaya dimana banyak kendaraan yang melaju kencang dan tidak beraturan.
Setiap kali berhasil menyeberangi jalan raya tersebut, bocah ini mampir sebentar ke Gereja setiap pagi hanya untuk menyapa Tuhan. Tindakannya selama ini diamati oleh seorang Pendeta yang merasa terharu menjumpai sikap bocah yang lugu dan beriman tersebut. "Bagaimana kabarmu Andy? Apakah kamu akan ke sekolah?"
"Ya, Bapa Pendeta!" balas Andy dengan senyumnya yang menyentuh hati Pendeta tersebut. Dia begitu memperhatikan keselamatan Andy sehingga suatu hari dia berkata kepada bocah tersebut,"Jangan menyeberang jalan raya sendirian, setiap kali pulang sekolah kamu boleh mampir ke Gereja dan saya akan menemani kamu ke seberang jalan . jadi dengan cara tersebut saya bisa memastikan kamu pulang ke rumah dengan selamat."
"Terima kasih, Bapa Pendeta."
"Kenapa kamu tidak pulang sekarang ?? Apakah kamu tinggal di Gereja setelah pulang sekolah?"
"Aku hanya ingin menyapa kepada Tuhan ......sahabatku. "
Dan Pendeta itu segera meninggalkan Andy untuk melewatkan waktunya didepan altar berbicara sendiri, tapi kemudian Pendeta tersebut bersembunyi dibalik altar untuk mendengarkan apa yang dibicarakan Andy kepada Bapa di Surga.
"Engkau tahu Tuhan, ujian matematikaku hari ini sangat buruk, tetapi aku tidak mencontek walaupun temanku melakukannya. Aku makan satu kue dan minum airku."
"Ayahku mengalami musim paceklik dan yang bisa kumakan hanyalah kue ini. Terima kasih buat kue ini Tuhan!"
"Aku tadi melihat anak kucing malang yang kelaparan dan aku memberikan kueku yang terakhir buatnya. Lucunya, aku nggak begitu lapar."
"Lihat, ini selopku yang terakhir. Aku mungkin harus berjalan tanpa sepatu minggu depan. Engkau tahu ini sepatu ini akan rusak, tapi tidak apa-apa ... paling tidak aku tetap dapat pergi ke sekolah."
"Orang-orang berbicara bahwa kami akan mengalami musim panen yang susah bulan ini, bahkan beberapa temanku sudah berhenti sekolah .. tolong bantu mereka supaya bisa sekolah lagi .. tolong Tuhan ??"
"Oh ya, Engkau tahu Ibu memukulku lagi. Ini memang menyakitkan, tapi aku tahu sakit ini akan hilang, paling tidak aku masih punya seorang Ibu. Tuhan, Engkau mau lihat lukaku ??? Aku tahu Engkau mampu menyembuhkannya, disini .. disini .. aku rasa Engkau tahu yang ini khan.....?? Tolong jangan marahi Ibuku ya ..??? dia hanya sedang lelah dan kuatir akan kebutuhan makanan dan biaya sekolahku .. Itulah mengapa dia memukul kami."
"Oh Tuhan. aku rasa aku sedang jatuh cinta saat ini. Ada seorang gadis yang cantik dikelasku, namanya Anita .... menurut Engkau apakah dia akan menyukaiku ???"
"Bagaimanapun juga paling tidak aku tahu Engkau tetap menyukaiku karena aku tidak usah menjadi siapapun hanya untuk menyenangkanMu. Engkau adalah sahabatku."
"Hei ...... ulang tahunMu tinggal dua hari lagi, apakah Engkau gembira?? Tunggu saja sampai Engkau lihat, aku punya hadiah untukMu .tapi ini kejutan bagiMu. Aku berharap Engkau akan menyukainya."
"Ooops aku harus pergi sekarang." Kemudian Andy segera berdiri dan memanggil Pendeta itu, "Bapa Pendeta .... Bapa Pendeta ... aku sudah selesai bicara dengan Sahabatku, anda bisa menemaniku menyeberang jalan sekarang!"
Kegiatan tersebut berlangsung setiap hari, Andy tidak pernah absen sekalipun. Pendeta Agaton berbagi cerita ini kepada jemaat di Gerejanya setiap hari Minggu karena dia belum pernah melihat suatu iman dan kepercayaan yang murni kepada Allah .. suatu pandangan positif dalam situasi yang negatif.

Pada hari Natal, Pendeta Agaton jatuh sakit sehingga dia tidak bisa memimpin gereja dan dirawat di rumah sakit. Gereja diserahkan pengelolaannya kepada 4 wanita tua yang tidak pernah tersenyum dan selalu menyalahkan segala sesuatu yang orang lain perbuat. Mereka juga sering mengutuki orang yang menyinggung mereka. Mereka sedang berlutut memegangi rosario mereka ketika Andy tiba dari pesta natal di sekolahnya, dan menyapa "Halo Tuhan .. Aku ...'
"Kurang ajar kamu bocah !!! tidakkah kamu lihat kami sedang berdoa ??!!! Keluar.!!!"
Andy begitu terkejut, " Dimana Bapa Pendeta Agaton.??? Dia seharusnya membantuku menyeberangi jalan raya . dia selalu menyuruhku mampir lewat pintu belakang Gereja . tidak hanya itu, aku juga harus menyapa Tuhan Yesus ini hari ulang tahunNya, aku punya hadiah untukNya.... "
Ketika Andy mau mengambil hadiah tersebut dari dalam bajunya, seorang dari keempat wanita itu menarik kerahnya dan mendorongnya keluar Gereja. Sambil membuat tanda salib ia berkata "Keluarlah bocah..kamu akan mendapatkannya !!!"
Oleh karena itu Andy tidak punya pilihan lain kecuali sendirian menyeberangi jalan raya yang berbahaya tersebut didepan Gereja. Dia mulai menyeberang. ketika tiba-tiba sebuah bus datang melaju dengan kencang disitu ada tikungan yang tidak terlihat pandangan. Andy melindungi hadiah tersebut didalam saku bajunya, sehingga dia tidak melihat datangnya bus tersebut.
Waktunya hanya sedikit untuk menghindar .. dan Andy tewas seketika. Orang-orang disekitarnya berlarian dan mengelilingi tubuh bocah malang tersebut yang sudah tak bernyawa.

Tiba-tiba, entah muncul darimana ada seorang pria berjubah putih dengan wajah yang halus dan lembut namun penuh dengan air mata datang dan memeluk tubuh bocah malang tersebut. Dia menangis. Orang- orang penasaran dengan dirinya dan bertanya, "Maaf Tuan .. apakah anda keluarga bocah malang ini ? Apakah anda mengenalnya? "
Pria tersebut dengan hati yang berduka karena penderitaan yang begitu dalam segera berdiri dan berkata," Dia adalah sahabatku." Hanya itulah yang dia katakan. Dia mengambil bungkusan hadiah dari dalam baju bocah malang tersebut dan menaruhnya didadanya. Dia lalu berdiri dan membawa pergi tubuh bocah malang tersebut dan keduanya kemudian menghilang. Kerumunan orang tersebut semakin penasaran...

Di malam Natal, Pendeta Agaton menerima berita yang sungguh mengejutkan. Dia berkunjung ke rumah Andy untuk memastikan pria misterius berjubah putih tersebut.
Pendeta itu bertemu dan bercakap-cakap dengan kedua orang tua Andy.
"Bagaimana anda mengetahui putera anda meninggal ?"
"Seorang pria berjubah putih yang membawanya kemari." ucap ibu Andy terisak.
"Apa katanya ?"
Ayah Andy berkata ,"Dia tidak mengucapkan sepatah katapun. Dia sangat berduka. Kami tidak mengenalnya namun dia terlihat sangat kesepian atas meninggalnya Andy sepertinya Dia begitu mengenal Andy dengan baik. Tapi ada suatu kedamaian yang sulit untuk dijelaskan mengenai Dirinya. Dia menyerahkan anak kami dan tersenyum lembut. Dia menyibakkan rambut Andy dari wajahnya dan memberikan kecupan di keningnya kemudian Dia membisikkan sesuatu ...
"Apa yang dia katakan?"
"Dia berkata kepada puteraku ..." Ujar sang Ayah "Terima kasih buat kadonya .. Aku akan segera berjumpa denganmu. Engkau akan bersamaku."
Dan sang Ayah melanjutkan, "Anda tahu kemudian. semuanya itu terasa begitu indah .. aku menangis tetapi tidak tahu mengapa bisa demikian. Yang aku tahu aku menangis karena bahagia .. aku tidak dapat menjelaskannya Bapa Pendeta, tetapi ketika Dia meninggalkan kami ada suatu kedamaian yang memenuhi hati kami, aku merasakan kasihNya yang begitu dalam di hatiku.. Aku tidak dapat melukiskan sukacita didalam hatiku. Aku tahu puteraku sudah berada di Surga sekarang. Tapi tolong katakan padaku, Bapa Pendeta .. siapakah Pria ini yang selalu bicara dengan puteraku setiap hari di gerejamu? anda seharusnya mengetahui karena anda selalu berada disana setiap hari, kecuali pada waktu puteraku meninggal ."
Pendeta Agaton tiba-tiba merasa air matanya menetes di pipinya, dengan lutut gemetar dia berbisik," Dia tidak berbicara dengan siapa-siapa. kecuali dengan Tuhan."

1 komentar:

Andy mengatakan...

Before Nicolaus Copernicus (19 February 1473 – 24 May 1543), most people believe that the world was flat. It was false, but it worked for them.
in the same token, if your connotation of the name Allah represents God Yahweh and works for you, then it is your choice to keep using that name. But if you really want to understand what the real meaning of Allah is? you might want to think it over.

In my own observation from the phrase of Islam "There is no God except Allah". Well, this is very contradicted with your believe, isn't it? My plain interpretation from the phrase above is, God and Allah are not the same.

Islam does not believe that Allah has a son, but our Father "God of Yahweh" in heaven has. As Jesus said that Son is in the Father and the Father in him.

Jesus answered: "Don't you know me, Philip, even after I have been among you such a long time? Anyone who has seen me has seen the Father. How can you say, 'Show us the Father'? Don't you believe that I am in the Father, and that the Father is in me? The words I say to you are not just my own. Rather, it is the Father, living in me, who is doing his work.

The following video is from an ex muslim
http://www.youtube.com/watch?v=iW4EDy7rxqI

Well,the bottom line is we are saved by God's grace thru his son Jesus Christ, the son of the most High.